·
PT
BANK RAKYAT INDONESIA
Sebagai
bank dengan jaringan terbesar hingga ke pelosok terpencil di seluruh wilayah
Indonesia, BRI memiliki komitmen tinggi untuk terus tumbuh dan berkembang
bersama masyarakat sekitar. Pertumbuhan yang diharapkan adalah pertumbuhan yang
berkualitas dan mampu menyeimbangkan keberhasilan kinerja yang diukur dengan
perolehan laba diimbangi dengan keberhasilan menjaga lingkungan hidup dan
keberhasilan memajukan kehidupan masyarakat di daerah sekitar operasional.
Tujuan
tersebut tercermin dalam misi Perseroan yaitu “memberikan keuntungan dan
manfaat yang optimal kepada stakeholders”, yang terdiri dari nasabah,
mitra kerja, pemerintah, pemegang saham, pekerja dan masyarakat sekitar dengan
tetap menjaga kelestarian lingkungan. Bagi BRI pelaksanaan tanggung jawab
sosial berarti adalah investasi sosial melalui pendalaman hubungan timbal balik
dengan masyarakat sekitar serta bekerjasama dengan berbagai pihak seperti
Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Massa dan lain-lain.
Mengingat pentingnya investasi sosial ini, BRI menunjukkan komitmen bagi
tercapaianya misi perusahaan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial
melalui pelaksanaan berbagai program strategis, dengan tujuan:
1.
Mewujudkan
hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat.
2.
Membantu
tumbuh dan berkembangnya usaha kecil dan koperasi yang mandiri, tangguh dan
berdaya saing, mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja melalui pengelolaan
yang profesional.
3.
Mengembangkan
pola pembinaan usaha kecil dan koperasi, yang berpotensi memberi hubungan
timbal balik jangka panjang dengan bisnis Perseroan melalui penyaluran dana
kemitraan dan pembinaan berkesinambungan, dengan mengedepankan aspek
pemerataan, kemandirian, profesional, dan etika.
4.
Partisipasi
pada program pelestarian lingkungan hidup, serta membantu meningkatkan kualitas
hidup masyarakat yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.
Berdasarkan pencapaian tujuan strategis pelaksanaan program tanggung jawab
sosial tersebut, Perseroan menyusun serangkaian program kegiatan tanggung jawab
sosial perusahaan yang melibatkan dan memberikan nilai tambah bagi nasabah,
pekerja, mitra bisnis, pemegang saham, komunitas sekitar, bagi bangsa dan
lingkungan hidup secara berimbang.
Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
Terkait
dengan kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, BRI mengerti bahwa program
kesehatan dan keselamatan kerja harus menjadi prioritas dari Perseroan sehingga
dapat terbentuk lingkungan kerja yang mampu mendukung pencapaian optimal target
perusahaan. Kondisi kerja yang baik tersebut, dapat tercapai karena pekerja BRI
telah memperoleh kepastian mengenai jaminan bahwa kesehatan dan keselamatan
mereka saat bekerja terjamin. Kegiatan operasional BRI pada umumnya dilakukan
di areal dari perkantoran, baik berupa gedung bertingkat tinggi, Ruko Rumah
Kantor maupun unit-unit kerja mobile. Aktivitas pekerja BRI mayoritas
berada di areal yang tidak membahayakan, kecuali untuk unit-unit kerja mobile
berbasis e-chanel dengan dukungan TI yang harus berpindah pada
titik-titik tertentu yang pada intinya juga dikawasan yang relatif terjamin
keselamatannya. Kegiatan di lapangan terbuka, umumnya hanya terjadi pada saat
peninjauan pelaksanaan pembangunan proyek yang didanai oleh BRI maupun dalam
rangka kunjungan rutin pada nasabah.
Dengan
konfigurasi kegiatan yang mayoritas berada di dalam bangunan tersebut, maka
program K3 yang dijalankan lebih menitik beratkan pada pelaksanaan program
dasar untuk mencegah risiko kecelakaan kerja dan memastikan kesehatan pekerja.
Program dasar yang dilaksanakan meliputi:
1.
Latihan
evakuasi dari gedung bertingkat.
2.
Latihan
dasar penggunaan alat pemadam kebakaran.
3.
Latihan
penyelamatan korban dari dalam gedung yang diikuti oleh pekerja pengamanan
gedung.
4.
Dan
latihan dasar yang relevan lainnya.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Selain
program dasar tersebut, dalam rangka menjaga pekerja dari risiko kecelakaan
kerja, BRI memiliki kebijakan yang menegaskan agar para pekerja senantiasa
mengikuti aturan keselamatan dari pemilik proyek, manakala melakukan peninjauan
lapangan. Selain itu seluruh pekerja BRI dilindungi oleh polis asuransi
kecelakaan kerja saat melakukan kunjungan kerja. BRI juga menerapkan program
standar keselamatan kerja
dengan
melengkapi seluruh fasilitas operasionalnya, baik unit mobile, Ruko,
Rukan dan gedung bertingkat dengan peralatan dasar keselamatan yang relevan dan
memadai. BRI bahkan mewajibkan adanya pemberian informasi perihal jalur
evakuasi apabila terjadi kondisi darurat, pada setiap acara dengan pihak
eksternal yang dilaksanakan di Gedung BRI.
Dalam
rangka mengantisipasi kondisi darurat pekerja yang mengalami sakit mendadak di
lingkungan kantor,perusahaan juga menyediakan fasilitas kesehatan berupa tabung
oksigen (O2) dan kotak obat P3K untuk ditempatkan di setiap unit kerja BRI.
Saat ini, seluruh pekerja BRI mendapatkan beberapa fasilitas terkait dengan
kesehatan dan keselamatan kerja:
1.
BRI
menyediakan paket benefit yang khusus diberikan pada pekerja untuk
menjaga kesehatan dan/ atau mendapatkan pengobatan atas tanggungan perusahaan
dalam batas-batas yang wajar.
2.
BRI
juga melaksanakan program pemeriksaan kesehatan berkala/General Medical
Chek-Up (GMCU) setiap periode, yang merupakan tindakan preventif untuk
menjaga kesehatan pekerja
3.
Pemberian
fasilitas tunjangan kacamata kepada pekerja BRI, sehingga dapat mengoptimalkan
pelaksanaan pekerjaan
4.
Seluruh
pekerja BRI telah diikutsertakan sebagai peserta program Jaminan Sosial Tenaga
Kerja (Jamsostek)
Tanggung Jawab
Terhadap Lingkungan
Kegiatan
operasional Bank BRI tidak melibatkan proses pengolahan bahan maupun proses
fisik lain yang membuat berubahnya permukaan bumi, namun demikian BRI tetap
memiliki komitmen tinggi untuk berpartisipasi pada kegiatan yang bertujuan
menyelamatkan lingkungan secara aktif maupun secara pasif.
Partisipasi
aktif yang dilakukan BRI mencakup gerakan penghijauan, sponsorship
penyelenggaraan even berkaitan dengan lingkungan hidup, pemberian bantuan
langsung dalam skema Bina Lingkungan pada kegiatan lingkungan hidup dan
sebagainya. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah:
1.
Pemberian
bantuan penanaman 5.000 pohon bakau kepada Dinas Kelautan dan Pertanian DKI
Jakarta
2.
Membangun
percontohan budidaya rumput laut, baik dengan menggunakan metode lepas dasar
dan metode floating
3.
Pemberian
bantuan untuk program instalasi biogas untuk 5 Kelompok Ternak di Kanwil BRI
Yogyakarta
4.
Pemberian
bantuan 1.000 pohon buah melalui Iwan Fals pada kegiatan Peringatan HUT BRI
ke-117 (Uraian lebih rinci pada bagian Tanggung Jawab Sosial – Bina Lingkungan
– BRI Peduli Pelestarian Alam) Sedangkan partisipasi pasif BRI dalam kegiatan
pelestarian lingkungan mencakup penerapan berbagai kebijakan yang bertujuan
mengurangi dampak negatif kegiatan operasional terhadap lingkungan.
Kebijakan
yang dilakukan, selain memberi dampak positif terhadap kelestarian lingkungan,
juga memberi dampak pada berlangsungnya kegiatan operasional yang lebih efektif
dan efisien. Kebijakan-kebijakan operasional yang menunjukkan wujud tanggung
jawab BRI terhadap lingkungan mencakup:
1.
Paperless system dalam proses administrasi, yang bertujuan
mengurangi konsumsi kertas dengan dukungan sistim teknologi informasi yang
terintegrasi.
2.
Kebijakan penghematan penggunaan listrik, meliputi
penggunaan lampu hemat energi maupun suhu ruangan yang wajar.
3.
Kebijakan uji petik kendaraan operasional untuk menekan
emisi.
4.
Kebijkan proses penggantian peralatan berteknologi tinggi
yang dilakukan bekerja sama dengan perusahaan pengelola limbah padat
berteknologi tinggi yang berijin dan berkompeten.
5.
Kebijakan pemberian kredit KI maupun KMK kepada
industri yang dipersyaratkan tidak boleh mencemari lingkungan.
6.
Kebijakan dalam penghematan penggunaan air, dengan
memanfaatkan air daur ulang dalam tata kelola gedung Kantor Pusat BRI.
Tanggung Jawab Terhadap Konsumen/Nasabah
Pelaksanaan
program tanggung-jawab sosial terhadap konsumen produk Perseroan, dalam hal ini
adalah nasabah BRI, baik nasabah simpanan dan pinjaman maupun jasa perbankan,
dilakukan dengan menyediakan ragam produk dan layanan jasa perbankan yang
sesuai dengan kebutuhan, serta, kemudahan akses melalui penyedian jaringan
layanan konvesional dan e-channel, record yang seluruhnya
terhubung secara real time on line. Uraian mengenai seluruh program
dimaksud ada pada bagian “Produk dan Jasa”, “Tinjauan Operasional- Pemasaran”,
dan “Diskusi dan Analisis Manajemen - Tinjauan Bisnis”. Untuk menginformasikan
ragam produk dan layanan perbankan BRI, hal-hal yang dilakukan BRI diantaranya
adalah:
1. Pengembangan
website BRI yaitu www.bri.co.id
Di
dalam website BRI, nasabah BRI dapat menemukan informasi mengenai produk dan
layanan BRI secara lengkap.
2. Contact
Center BRI
Melalui
contact center BRI, nasabah dapat memperoleh informasi mengenai BRI,
baik berupa informasi produk, program pemasaran, layanan terbaru BRI ataupun
menyampaikan keluhan terkait layanan BRI
3. Mobile
Banking BRI
Melalui
pengembangan terbaru yang dilakukan, nasabah dengan mudah mengakses layanan
perbankan BRI, mendapatkan informasi mengenai produk serta informasi mengenai
jaringan ATM BRI terdekat secara real time on-line.
Selain
kebijakan tersebut diatas, BRI juga memiliki kebijakan untuk meningkatkan kualitas
aksesibilitas jaringankerja BRI, baik jaringan konvensional maupun e-channel.
Kegiatan yang dilakukan, antara lain:
1.
Menambah
977 Kantor, 7.000 ATM serta 13.125 EDC,
2.
Melakukan
investasi pada infrastruktur teknologi yang dimiliki BRI, seperti:
a. BRI Memiliki 2 Data Centre,
yang beroperasi secara paralel, sehingga mengurangi kemungkinan system down,
yang dapat mempengaruhi jalannya transaksi perbankan nasabah
b. BRI Memiliki Disaster Recovery
Centre, untuk mengurangi dampak kerugian apabila terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan
c. Saat ini BRI menggunakan software
system yang terbaru, sehingga diharapkan dapat semakin meningkatkan keakuratan
proses transaksi perbankan nasabah
Tanggung Jawab terhadap Komunitas :
BRI
mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap komunitas dalam berbagai
bentuk, yaitu:
1.
Penyaluran
Kredit Program,berupa:
a.
KUR
(Kredit Usaha Rakyat)
b.
Kredit
Program Lainnya (KKPE, KUT dll)
2.
Pelaksanaan
kegiatan Corporate Social Responsibility, berupa:
a.
Program
CSR Perusahaan
b.
Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
Penyaluran
Kredit Usaha Rakyat
Kredit
Usaha Rakyat atau biasa disebut dengan KUR merupakan kredit/pembiayaan yang
diberikan oleh perbankan kepada Usaha Mikro dan Kecil yang feasible tapi
belum bankable, yaitu usaha yang memiliki prospek bisnis yang baik dan
memiliki kemampuan untuk mengembalikan kredit tersebut. Saat ini penyaluran KUR
dilaksanakan oleh 6 (enam) bank nasional, BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, Bukopin
serta Bank Syariah.
Sebagai
bank yang mempunyai eksistensi di seluruh wilayah Indonesia, maka BRI berada
pada garda terdepan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Dengan
mempertimbangkan hal itu, maka dalam menentukan keberhasilan suatu kredit
program, BRI mempunyai peranan paling penting. Hal yang sama terjadi pada
penyaluran Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E), dengan tujuan mendukung
program bidang ketahanan pangan di Indonesia, BRI melakukan penyaluran Kredit
Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E), Skema Subsidi Resi Gudang (S-SRG) dan
Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) Pola
Non Kemitraan. Skim kredit KKP-E telah banyak membantu petani, peternak,
nelayan dan pembudidaya dalam meningkatkan produksi pertanian mereka.
Program
CSR Perusahaan BRI merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan terhadap
kondisi sosial masyarakat yang berada di lingkungan perusahaan. Pada tahun
2012, fokus penyaluran CSR BRI adalah penataan lingkungan hidup masyarakat
terutama fasilitas rumah tinggal yang merupakan salah satu kebutuhan pokok
masyarakat. BRI bekerja sama dengan UGM dan LSM Rumah Ekonomi Rakyat
melaksanakan program renovasi rumah tidak layak huni. Program ini merupakan
program hibah bantuan dana CSR dengan konsep community participatory program.
Community participatory adalah pelaksanaan kegiatan yang berdasarkan
kebutuhan masyarakat dan melibatkan partisipasi masyarakat. Dengan adanya
keterbatasan dana, waktu eksekusi, dan tenaga, keterlibatan pihak masyarakat
dinilai mampu menutupi kekurangan yang ada. Dari sisi konsultan desain,
masyarakat sangat membantu dalam hal penyampaian ide dan informasi akan
kebutuhan rumah. Menggali keinginan masyarakat menjadi salah satu tugas penting
bagi para konsultan desain rumah untuk menggambarkan secara detil desain yang
fungsional. Program seperti ini telah dilaksanakan dibeberapa daerah seperti di
Limboto-Propinsi Gorontalo, Soreang- Kabupaten Bandung, Denpasar-Propinsi Bali,
Wates- Propinsi DIY dan Barabai-Propinsi Kalimantan Selatan
Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
PKBL
merupakan tanggung jawab sosial yang telah diamanahkan pemegang saham BRI yang
pelaksanaannya berdasarkan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-20/MBU/2012
tanggal 27 Desember 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara BUMN
No. 05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program
Bina Lingkungan. Dana yang dialokasikan untuk kegiatan PKBL tiap tahunnya
diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BRI. Pada tahun 2012, total
alokasi dana bagi realisasi program PKBL yang berasal dari bagian laba operasi
tahun 2011 sesuai keputusan RUPS tertanggal 28 Maret 2012 adalah sebesar
Rp603,32 miliar (4% dari laba bersih tahun buku 2011). Total Realisasi dana
PKBL selama tahun 2012 adalah sebesar Rp398,98 miliar, terdiri dari penyaluran
Dana Kemitraan sebesar Rp145,97 miliar dan Dana Bina Lingkungan sebesar
Rp253,01 miliar.
Program
Kemitraan
Program
Kemitraan BRI merupakan program pembiayaan dan pembinaan kepada usaha mikro dan
kecil termasuk koperasi yang memenuhi kelayakan usaha tetapi belum bisa
dilayani dengan skim kredit komersial BRI. Dalam pelaksanaannya, BRI memandang
realisasi program kemitraan adalah bagian dari upaya mewujudkan misi perusahaan
yaitu “Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan
usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menunjang peningkatan ekonomi
masyarakat”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha mikro
dan kecil agar menjadi usaha yang tangguh di kemudian hari. Mitra binaan
Pinjaman Kemitraan adalah embrio nasabah BRI yang nantinya akan menjadi nasabah
komersial BRI.
Dengan
mengandalkan pola pembentukan kluster usaha tersebut, pada tahun 2012 BRI
berhasil menyalurkan dana program kemitraan terhadap 2.431 mitra binaan,
sehingga jumlah mitra binaan BRI sampai dengan akhir tahun 2012 adalah 19.980
mitra binaan. Total pinjaman kemitraan yang disalurkan mencapai Rp143,71 miliar
atau meningkat 232,74% dari tahun 2011 yaitu Rp43,19.
Program
Pemberdayaan Masyarakat- Kluster Usaha Rumput Laut di Nusa Lembongan
Salah satu
kegiatan pembentukan kluster usaha adalah kluster usaha rumput laut di Nusa
Lembongan Bali. Program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan dan budidaya
Rumput Laut dilakukan melalui pembuatan percontohan budidaya Rumput Laut
sebanyak 12 titik untuk Metode Lepas Dasar dan 12 titik untuk Metode Floating serta
pendampingan budidaya dan pengembangan Kluster Rumput Laut. Bekerjasama dengan
Asosiasi Petani Rumput Laut Propinsi Bali dan akademisi, BRI melakukan pendampingan
kepada para petani tersebut. Manfaat yang didapat dari Program pemberdayaan ini
adalah:
1. Adanya
perbaikan kualitas produksi rumput laut, sehingga mampu menaikkan harga jual,
dari sebelumnya Rp3.000/kg menjadi Rp5.000/kg
2. Peningkatan kapasitas
produksi rumput laut, dengan adanya bantuan permodalan dari Pinjaman Kemitraan
BRI
3. Pembentukan
kelompok usaha, sehingga mempersingkat rantai serta meningkatkan akses pemasaran
karena adanya rekanan pihak Asosiasi Petani Rumput Laut Propinsi Bali yang
menampung produksi tersebut.
BRI Peduli
Merupakan
realisasi dari Program Bina Lingkungan yang dilaksanakan oleh BRI. Program BRI
Peduli bertujuan untuk memberdayakan kondisi sosial dan meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat sekitar wilayah operasional BRI menjadi lebih baik.
Sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN No PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007
yang telah direvisi dengan Peraturan Menteri BUMN No. PER-20/MBU/2012 Tanggal
27 Desember 2012 yang menjadi landasan pelaksanaan PKBL, penyaluran Program BRI
Peduli terbagi ke dalam 6 (enam) jenis kegiatan sesuai obyek bantuan, yakni
sarana umum, sarana pendidikan, peningkatan kesehatan, sarana ibadah,
pelestarian alam, dan bantuan korban bencana alam.
Realisasi
penyaluran dana Bina Lingkungan yang dilaksanakan selama tahun 2012, terdiri
dari Bina Lingkungan BRI Peduli sebesar Rp79,06 miliar dan Bina Lingkungan BUMN
Peduli sebesar Rp173,95 miliar.
BRI Peduli
Bencana Alam
Sebagai
bentuk kepedulian BRI dalam membantu korban bencana alam, BRI memberikan
bantuan tanggap darurat melalui unit kerja terdekat di lokasi terjadinya
bencana. Di tahun 2012, BRI menyalurkan bantuan sebesar Rp852 juta untuk
penanggulangan bencana alam. Bantuan yang disalurkan meliputi pengadaan bahan
makanan, kebutuhan sandang, obatobatan, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya.
BRI Peduli Pendidikan
Sebagai
perusahaan yang menyadari betul pentingnya kualitas pendidikan bagi generasi
bangsa, BRI berusaha untuk memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas
pendidikan salah satunya dengan Program BRI Peduli Pendidikan. Bantuan yang
telah disalurkan BRI dalam rangka BRI Peduli Pendidikan di tahun 2012 mencapai
Rp37,98 miliar. Bantuan ini diberikan dalam bentuk beasiswa, rehabilitasi
sekolah, dan pengadaan fasilitas belajar bagi siswa dan sekolah yang
membutuhkan.
BRI Peduli
Kesehatan
Salah
satu wujud kepedulian BRI dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
Indonesia adalah berperan serta dalam kegiatan BRI Peduli Kesehatan. Total dana
yang disalurkan di tahun 2012 untuk kegiatan menyangkut kesehatan adalah
sebesar Rp19,04 miliar dalam bentuk bakti sosial pelayanan kesehatan gratis di
lebih dari 147 unit kerja BRI dalam memperingati HUT BRI ke-117 tahun, bantuan
Puskesmas keliling, pengadaan ambulans, pembangunan Posyandu, dan kegiatan
lainnya.
BRI Peduli
Sarana Ibadah
Dalam
rangka memberikan kenyamanan beribadah dan meningkatkan kualitas spiritual
masyarakat di sekitar unit kerja, BRI berusaha membenahi dan memberikan bantuan
pembangunan dan perbaikan sarana ibadah serta kegiatan peribadatan lainnya.
Total bantuan yang disalurkan melalu BRI Peduli Sarana Ibadah di tahun 2012
adalah sebesar Rp8,14 miliar yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas
peribadatan.
BRI Peduli
Pelestarian Alam
Kegiatan yang
dilakukan BRI dalam memelihara lingkungan dan kualitas udara diwujudkan dalam
penanaman pohon melalui partisipasi seluruh karyawan BRI dalam kegiatan
penanaman pohon produktif di lahan sekitar unit kerja BRI. Dana yang telah
disalurkan untuk kegiatan ini di tahun 2012 adalah sebesar Rp1,19 miliar.
·
PT. Indofood
v Bentuk CSR :
1.
Tanggung Jawab
sosial Perusahaan
Perseroan
terus berkomitmen pada upaya-upaya di bidang CSR, sejalan dengan misinya untuk
memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan,
serta meningkatkan stakeholders’ value secara berkesinambungan
· Kegiatan
pelestarian lingkungan, antara lain melalui pembuatan lubang biopori dan sumur
resapan untuk menampung air hujan dan memelihara air tanah untuk masyarakat
sekitar.
· Program Green
Day, yang telah diselenggarakan sejak tahun 2011 oleh Divisi Nutrisi & Makanan
Khusus di Bandung, dalam mengelola limbah dan mengurangi emisi karbon. Atas
inisiatif tersebut, Indofood melalui Divisi Nutrisi & Makanan Khusus dari
ICBP berhasil meraih Indonesian Green Awards 2014 yang diselenggarakan oleh The
La Tofi CSR School yang didukung oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian
Perindustrian.
· Program
penghematan energy seperti pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan
penggunaan lampu LED
2.
Tanggung Jawab
Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan
Pengembangan
SDM merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kemampuan inovasi
dan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Perseroan telah melaksanakan
programprogram strategis berikut untuk mendukung upaya pengembangan SDM.
a.
Pendidikan
·
Beasiswa
Indofood Setiap tahun
·
Indofood
Riset Nugraha (“IRN”) IRN merupakan program pemberian bantuan dana bagi para
mahasiswa S1
b.
Kesehatan
·
SUN
Mobil Layanan Gizi Ibu dan Balita (“SUN Mobil”)
·
Program
Posyandu Binaan
c.
Solidaritas
Kemanusiaan
·
Pos
Indofood Peduli
·
Indofood
Service Day
v Tujuan
mengadakan CSR :
1.
Untuk
menciptakan nilai jangka panjang bagi Perseroan
2.
Untuk
mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang selaras dengan kepentingan pemegang
saham dan stakeholders lainnya
3.
Untuk meningkatkan citra perusahaan agar para
konsumen dapat mengenal perusahaan selalu melakukan kegiatan yang baik bagi
masyarakat
4.
Untuk memperkuat “Brand” perusahaan dengan melakukan
kegiatan product knowledge yaitu membagikan produk secara gratis
5.
Untuk membuka akses investasi dan pembiayaan bagi
perusahaan
6.
Untuk meningkatkan harga saham
v Persyaratan CSR
:
1.
Harus
ada izin dari komunitas setempat
2.
Perusahaan
harus melakukan komitmen dengan para pemangku kepentingan (stakeholder)
3.
Harus
mematuhi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007
v Periode CSR :
Periode
CSR dalam PT Indofood hanya dalam tahunan karena sama seperti PT Elnusa setiap
tahunnya PT Indofood selalu mengadakan kegiatan CSR yang berbeda
v Besaran CSR :
Biaya untuk mengadakan CSR PT Indofood
mengeluarkan biaya sekitar Rp4,5 miliar.
·
PT KAI
Program Kemitraan
1.
Penyaluran
pinjaman modal kepada UMKM
KAI telah menyalurkan dana program
kemitraan berupa pinjaman modal kerja kepada usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) sebesar Rp. 4.000.000.000 kepada 125 mitra binaan yang terbesar di jawa
dan sumattera selama tahun 2015. Penyaluran dana tersebut diharapkan dapat
membantu pengembangan usaha dan kemandirian UMKM
2.
Penggunaan
tenaga kerja lokal
KAI mempertimbangkan penyerapan tenaga
kerja lokal dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia untuk mengelola
perusahaan yang terbesar di beberapa daerah di indonesia. Selain untuk memenuhi
kebutuhan tenaga kerja di masing-masing daerah operasi, divisi regional dan sub
divisi regional hal tersebut juga bertujuan memperluas cakupan penyediaan
lapangan pekerjan untuk masyarakat hingga dapat mendorong perekonomian
masyarakat setempat serta menekan cost untuk tenaga kerja karena biaya hidup
dan transportasi dapat di reduksi
·
Perbaikan
Sarana Dan Prasarana Umum
1.
Pembangunan
ruang kelas, prasarana jalan, dan pemasangan paving stone
2.
Bantuan
perbaikan sarana ibadah
·
Bantuan
Korban Bencana Alam
1.
Pemberian
bantuan tanggap darurat
·
Peningkatan
kualitas pendidikan
1.
Siswa
mengenal nusantara
·
Peningkatan
Layana Kesehatan
1.
Rail
clinic
2.
Bantuan
di bidang olahraga
·
Bantuan
Kebutuhan Pokok Masyarakat
1.
Pasar
Murah BUMN
2.
Bedah
Rumah BUMN
·
Dukungan
Untuk PABBSI road to olimpic 2016 senilai Rp. 200.000.000,- Pada tanggal 7 mei
2015
·
PT Krakatau Steel
Tanggung Jawab
sosial Perusahaan
Sebagai
perusahaan yang bernaung di bawah Kementerian BUMN, keberadaan PT Krakatau
Steel terikat pula dengan UU No 19 Tahun 2003 yang intinya menyatakan bahwa
pendirian BUMN selain mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perusahaan,
juga perlu melakukan pembinaan terhadap usaha kecil, koperasi dan masyarakat
sekitar BUMN. Kegiatan ini sesuai dengan yang diamanatkan melalui UU No 40
Tahun 2007, disertai dengan kewajiban melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan. Hal ini sejalan dengan Visi, Misi dan Falsafah perusahaan,
”Partnership for Sustainable Growth” yang mengandung makna semangat, keinginan
dan janji untuk tumbuh dan berkembang bersama secara berkesinambungan bagi PT
Krakatau Steel dan seluruh pemangku kepentingan. Visi, Misi dan Falsafah
perusahaan tersebut mengokohkan rasa tanggung jawab sosial PT Krakatau Steel,
sehingga terus terpacu untuk meningkatkan kepedulian untuk menjalankan kegiatan
CSR kepada segenap pemangku kepentingannya. Sebagai bentuk tanggung jawab
terhadap lingkungan, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Negara
BUMN No: PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 dan dan Peraturan Menteri Badan
Usaha Milik Negara Nomor: PER-08/MBU/2013 tanggal 10 September 2013 tentang
Perubahan keempat atas Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor:
PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha
Kecil dan Program Bina Lingkungan yang dijalankan melalui Divisi Community
Development yang berada langsung di bawah Direktur SDM & Umum. Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan dilakukan karena PT Krakatau Steel menyadari
bahwa pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial merupakan suatu investasi sosial yang
akan menjamin kesinambungan usaha yang merupakan salah satu strategi jangka
panjang perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat sekitar.
Kegiatan PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) PT Krakatau Steel
dilaksanakan melalui 2 program utama yaitu Program Kemitraan dan Program Bina
Lingkungan dengan berdasarkan pada 4 (empat) pilar PKBL yaitu: Pro Poor, Pro
Job, Pro Growth dan Pro Environment. Pada tahun 2013, Perseroan telah
menyalurkan dana bagi kegiatan PKBL sebesar Rp 16,75 miliar, yaitu Rp11,60
miliar untuk Program Kemitraan berupa pinjaman modal usaha & hibah dan sebesar
Rp5,15 miliar untuk Program Bina Lingkungan berupa bantuan hibah untuk
pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat dan lingkungan hidup. Kegiatan Program
Kemitraan difokuskan pada pelaksanaan tanggung jawab di bidang ekonomi (pilar
Pro Growth dan Pro Job), sedang kegiatan Bina Lingkungan difokuskan pada
pelaksanaan tanggung jawab bidang sosial dan lingkungan (pilar Pro Poor, Pro
Job, Pro Environment).
Program
kemitraan
• Untuk Program Kemitraan, fokus ada pada
pengembangan usaha mikro dan kecil melalui pola pendampingan yang diwujudkan
melalui penyaluran, pembinaan manajerial dan keuangan yang berkelanjutan dan
kegiatan promosi mitra binaan berupa pameran. Beberapa kegiatan ekonomi
masyarakat meliputi sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan,
perikanan dan
sektor jasa.
• Selain penyaluran dana pinjaman, telah
dilaksanakan juga penyelenggaraan diklat kewirausahaan & laporan keuangan,
workshop temu usaha, studi banding, dan pelatihan–pelatihan lain yang bertujuan
mengembangkan kompetensi mitra binaan.
• Strategi yang dilakukan dalam penyaluran dana
kemitraan ini adalah: penyaluran langsung oleh Divisi Community Development,
kerjasama penyaluran dengan Pemerintah Kota Cilegon melalui UPT-PEM (Unit
Pelaksana Teknis- Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat), kerjasama dengan Lembaga
Keuangan Mikro dan dengan BUMN Penyalur.
• Upaya pemberdayaan potensi usaha masyarakat
ini mengalami perubahan karena pada tanggal 3 April 2013 terbit Surat dari
Kementerian BUMN Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis BUMN
Nomor: S-92/D.5/MBU/2013 tentang Pengelolaan Program
Kemitraan dan
Bina Lingkungan yang menyatakan mulai tahun 2013 tidak ada lagi aktivitas
penyaluran pinjaman baru dan hanya dilakukan kegiatan penagihan serta
monitoring terhadap mitra binaan, sehingga berdampak pada berkurangnya kegiatan
penyaluran.
Program bina
lingkungan
Kegiatan
Perseroan di bidang sosial meliputi bantuan korban bencana alam/tanggap darurat
bencana, pendidikan/pelatihan, peningkatan kesehatan, penyediaan
sarana/prasarana umum, sarana ibadah dan pelestarian alam.
• Bantuan Korban Bencana Alam/Tanggap Darurat
Bencana Kegiatan yang telah dilakukan berupa bantuan untuk korban bencana
sebesar Rp105 juta.
• Bantuan Pendidikan; Bantuan peningkatan
pendidikan/pelatihan Rp3,110 miliar. Perseroan sangat peduli dalam pengembangan
kualitas SDM masyarakat sekitar. Hal ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan,
antara lain: Vocational Training bagi lulusan SLTA, pemberian
beasiswa mulai
sekolah dasar hingga perguruan tinggi, D1 Tata Usaha & Administrasi, D1
Teknik Listrik & WTP, D1 Kimia, bantuan kegiatan kemahasiswaan, pelatihan
dan perintisan usaha, santunan anak yatim dan dhuafa dan bantuan sosial
kemasyarakatan.
• Bantuan Peningkatan Kesehatan. Bantuan untuk
peningkatan kesehatan masyarakat meliputi berbagai kegiatan antara lain:
penyuluhan dan pencabutan gigi, khitanan massal, pemberian makanan tambahan
untuk penderita TB paru, Posbindu dan Posyandu, dengan
total biaya
sebesar Rp93 juta.
• Bantuan Pengembangan Sarana/Prasarana Umum
Salah satu cara untuk meningkatkan hubungan dengan komunitas sekitar terus
dilakukan oleh Perseroan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang meliputi
pembangunan dan renovasi fisik Madrasah dan Pondok Pesantren,
bangunan Panti
Asuhan, pembangunan Posyandu dan jamban keluarga dengan total dana sebesar
Rp469 juta.
• Bantuan Pengembangan Sarana Ibadah Perseroan
berkontribusi dalam pembangunan moral dan karakter masyarakat melalui kegiatan
pemberian bantuan pembangunan dan renovasi sarana ibadah, kegiatan Tarawih
Berkunjung (Tarjung) dan Jumat Keliling (Jumling) serta pemberian bantuan
perlengkapan sarana ibadah. Dana yang telah dihibahkan sebesar Rp341 juta.
• Bantuan Pelestarian Alam Perseroan tetap
konsisten dalam peran serta untuk menjaga kelestarian alam dan meminimalisir
pemanasan global, dengan melaksanakan kegiatan penghijauan berupa menanam pohon
produktif dan non produktif di wilayah Cilegon
dan wilayah
Banten lainnya serta pemberian bibit pohon kepada masyarakat dan komunitas
lain, dilakukan juga pembuatan lubang-lubang biopori di beberapa sekolah
sekitar perusahaan, dengan total biaya Program Pelestarian Alam sebesar Rp79
juta.
• BUMN Peduli Program BUMN Peduli yang
dilaksanakan tahun 2013 merupakan program tahun 2012 yang baru terealisasi di
tahun 2013. Program BUMN Peduli pendidikan ini dilaksanakan oleh PT PGN dengan
total biaya sebesar Rp950 juta.
keselaMatan,
kesehatan kerja dan lingkungan Kebijakan Perseroan dalam memastikan keselamatan
dan kesehatan kerja (K3) untuk seluruh karyawan, serta perlindungan lingkungan
adalah sebagai berikut:
1. Menggalakkan
perlindungan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja dengan menerapkan
sistem manajemen lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja serta memenuhi
peraturan dan perundangan yang berlaku dan perbaikan berkelanjutan.
2. Mengelola
limbah, emisi dan sumber daya untuk menekan serendah mungkin dampak negatif
terhadap lingkungan.
3. Menciptakan
lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan mengembangkan metode pencegahan
terhadap kecelakaan dan gangguan kesehatan kerja.
4. Meningkatkan
kepedulian, pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam bidang lingkungan,
keselamatan dan kesehatan kerja antara lain melalui publikasi, sosialisasi dan
pelatihan.
Kebijakan
Perseroan dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk seluruh
karyawan, serta perlindungan lingkungan adalah sebagai berikut:
1. Menggalakkan
perlindungan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja dengan menerapkan
sistem manajemen lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja serta memenuhi peraturan
dan perundangan yang berlaku dan perbaikan berkelanjutan.
2. Mengelola
limbah, emisi dan sumber daya untuk menekan serendah mungkin dampak negatif
terhadap lingkungan.
3. Menciptakan
lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan mengembangkan metode pencegahan
terhadap kecelakaan dan gangguan kesehatan kerja.
4. Meningkatkan
kepedulian, pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam bidang lingkungan,
keselamatan dan kesehatan kerja antara lain melalui publikasi, sosialisasi dan
pelatihan. identifikasi dan penilaian risiko, program pengukuran/pemantauan
lingkungan kerja, dan program pencegahan kecelakaan kerja. Program pelayanan
kesehatan kerja yang dilaksanakan cakupannya cukup luas tidak hanya soal
pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, berkala (setahun sekali) dan khusus.
Perseroan juga melaksanakan pembinaan dan
pengawasan
penyesuaian pekerjaan terhadap karyawan termasuk terhadap karyawan dengan
kelainan tertentu, pembinaan dan pengawasan lingkungan kerja dan sanitasi,
pencegahan terhadap penyakit umum dan penyakit akibat kerja, pertolongan
pertama pada kecelakaan,
kegiatan
promotif dan preventif dalam bentuk pendidikan dan pelatihan kesehatan bagi
karyawan, pembinaan dan pengawasan gizi kerja, serta rehabilitasi medis dan
okupasional.
Program pencegahan
kecelakaan kerja yang dilaksanakan adalah:
1. Pengawasan
terhadap tindakan dan kondisi tidak aman
2. Pengadaan
Alat Pelindung Diri (APD)
3. Investigasi
kecelakaan/kebakaran
4. Pembuatan dan
perawatan rambu-rambu K3
5. Pemeriksaan
peralatan pemadam kebakaran (APAR, hydrant, mobil PMD, sprinkler)
6. Melakukan
simulasi tanggap darurat
7. Melakukan
pelatihan K3 terhadap semua karyawan
8. Melaksanakan
Bulan K3 yaitu: lomba cepat tepat, lomba TTD, lomba sanitasi toilet &
kantin & seminar K3
9. Pembinaan dan
pengawasan penyesuaian pekerjaan terhadap karyawan termasuk terhadap karyawan
dengan kelainan tertentu
Green Company
Dalam bidang
lingkungan, Perseroan telah menetapkan visi dalam program jangka panjang, yaitu
“To be a Leading Green and Environmental Friendly Industry.” Untuk mewujudkan
kebijakan dan visi tersebut, Perseroan sudah memasukkan semuanya ke dalam
sistem prosedur operasi (SOP), Quality Objective, Program Produksi Bersih (di
PTKS 5R), panduan/ manual dan tata tertib kerja. Semua alat/ sarana tersebut
terkoordinasi ke dalam sistem manajemen lingkungan ISO14001 dan sistem
manajemen K3 (SMK3 & OHSAS 18001) yang telah diterapkan secara terintegrasi
dan konsisten di PT Krakatau Steel sejak tahun 1997. Untuk mendorong penetapan
Visi di atas tersebut, Perseroan mengambil motto “Go Green”. Hal ini antara
lain diwujudkan melalui kegiatan “One Man One Tree”. Yaitu kegiatan penghijauan
pantai dengan penanaman pohon bakau yang melibatkan murid-murid sekolah,
masyarakat, pengurus dan jamaah masjid dalam program penanaman pohon
penghijauan di lingkungan sekitar perusahaan. Perseroan juga aktif dalam
penilaian Green Industry yang dilaksanakan oleh Kementerian Perindustrian,
maupun Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) oleh Kementerian
Lingkungan Hidup. Kegiatan
Perseroan dalam
rangka pengelolaan lingkungan meliputi Program Kelola Lingkungan, yang terdiri
dari pengendalian pencemaran udara, air, pengelolaan limbah B-3 dan Non B-3,
penghijauan, konservasi laut, dan konsep zero waste. Program Pantau Lingkungan
memonitor secara rutin emisi udara cerobong pabrik, kualitas udara ambient,
tingkat kebisingan lingkungan, konsentrasi debu area pabrik, iklim kerja,
kualitas air buangan, air badan air
(stream) dan air
laut. Pemantauan sesuai baku mutu lingkungan dilakukan secara berkala oleh
internal maupun badan independen. Perseroan juga memiliki program konservasi
sumber
daya berupa
upaya efisiensi pemanfaatan sumber daya alam dan energi untuk menjaga
kelangsungan dan ketersediaannya. Langkah konservasi sumber daya meliputi
substitusi bahan dan pemanfaatan gas buang/emisi, pemanfaatan limbah sisa
panas, pemanfaatan
limbah CO2
menjadi gas industri.
Beberapa
penghargaan yang diraih PT Krakatau Steel selama 2013 adalah:
1. Hasil Program
Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) tahun 2013 yang dilakukan oleh
KementerianLingkungan Hidup PT Krakatau Steel meraih peringkat Biru.
2. PT Krakatau
Steel memperoleh penghargaan industrial hijau tahun 2013 dari Kementerian
Perindustrian.
3. PT Krakatau
Steel menerima sertifikat Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) sejak tahun
1997 s/d sekarang.
4. PT Krakatau
Steel menerima sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3) sejak tahun 2000 s/d sekarang. Komitmen Perseroan dalam pengelolaan
lingkungan telah memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan baik secara
internal maupun eksternal. Secara internal dampak yang dirasakan akibat Program
Pengelolaan Lingkungan adalah:
• Peningkatan
efisiensi sumber daya, bahan baku dan bahan penunjang karena limbah dapat
dimanfaatkan kembali atau dijadikan sebagai alternatif “raw material”
• Efisiensi
energi dan energi alternatif dengan hasil pencapaiannya cukup baik dan
konsisten
• Peningkatan
status pencapaian pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) menjadi lebih baik
• Peningkatan
minimalisasi limbah dan daur ulang limbah Sedangkan secara eksternal dampak
yang didapatkan Perseroan karena pengelolaan lingkungan adalah:
• Pencapaian
sertifikat ISO 14001 pada tahun 1997 dan terus bertahan hingga saat ini
• Dapat
dipertahankannya pencapaian PROPER BIRU pada tahun 2013 ini yang merupakan
penilaian kinerja perusahaan di bidang lingkungan dari Kementerian Negara
Lingkungan Hidup, dan citra perusahaan yang lebih baik atas pencapaian
tersebut.
Tanggung Jawab
Produk Dan Perlindungan konsumen
Sebagai
produsen baja terkemuka di Indonesia, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memiliki
tanggung jawab terhadap semua produk yang dibuatnya dan bahwa produknya telah
memenuhi standar industri. Perseroan memastikan hampir semua produk Perseroan
telah memiliki Sertifikasi Nasional (Sertifikasi Nasional Indonesia/SNI, Biro
Klasifikasi Indonesia untuk Produk KI-A, KI-B, HANKAM), maupun Sertifikasi
Internasional (JIS, NKK, BV, DNV, Llyod’s Register, Germanischer Lloyd’s, Cor-ten
Steel License Agreement dan sebagainya). Selain standar tersebut, Perseroan
juga menerima spesifikasi khusus untuk diproduksi sesuai standar konsumen. Hal
ini diterapkan mulai dari pembelian bahan baku utama maupun bahan pembantu
produksi, serta selama proses produksi sampai bahan jadi yang siap kirim.
Setiap produk memiliki identitas yang jelas serta standar pengepakan yang
berlaku. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi produk yang dikirim, sekaligus
melindungi konsumen, sehingga ada kesesuaian dengan order yang diterima.
Sebagai informasi kepada konsumen tentang produk serta sarana produksi PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk., Perseroan telah menerbitkan sebuah buku “Product
Spec” terbaru yang diterbitkan Desember 2009 dan diperbaharui serta dicetak kembali
pada Desember 2012. Konsumen dan calon konsumen atau mitra kerja lainnya dapat
memperoleh informasi ini dengan mengunjungi situs Perseroan di www.krakatausteel.com. Untuk
penanggulangan atas klaim, maka dilakukan melalui tiga cara yakni: Claims
Review, Quality Council, Management Review dan Penerbitan CAR. Klaim
dari konsumen ini ditangani oleh Customer Technical Services Division.
· Perusahaan
Gajah Tunggal :
Peluncuran Buku Panduan CSR
Untuk mengoptimalkan peran CSR, Gajah Tunggal menyusun Buku
Panduan CSR yang merupakan hasil kolaborasi perusahaan dengan MM
CSR-Trisakti. Pada tahun 2014 Perusahaan
meluncurkan buku Panduan CSR yang bertujuan untuk menjelaskan proses dan
kegiatan CSR Perusahaan agar berhasil mendesain, menerapkan, mengevaluasi,
mengukur, melaporkan hingga mengakhiri proyek CSR. PT. Gajah Tunggal, Tbk. (GT)
sebagai sebuah perusahaan Indonesia memiliki visi "menjadi Good Corporate Citizen
dengan kondisi keuangan yang kokoh dan kepemimpinan pasar serta menjadi
perusahaan produsen ban yang berkualitas dengan reputasi global. Untuk
memastikan GT mencapai visi dan kewajibannya, CSR akan menjadi salah satu
mekanisme utama. Kebijakan CSR menjabarkan filosofi, fokus, prioritas upaya dan
tanggung jawab. Buku Panduan tersebut merupakan pedoman tahap demi tahap bagi
mereka yang akan mengimplementasikan proyek CSR GT secara akuntabel dan
bertanggung jawab. Selain itu, buku
panduan tersebut merupakan penjelasan teknis tentang bagaimana menerapkan
kebijakan CSR GT. Komite CSR, anggota tim dan mereka yang bertanggung jawab
mengenai CSR harus mematuhi kebijakan CSR GT dalam mendesain proyek CSR sejak awal. Panduan tersebut akan menyajikan
pedoman rinci, template dan contoh untuk membantu penerapan CSR dalam praktik. Kegiatan CSR Perusahaan
melibatkan para karyawan dan komunitas lokal termasuk yang kurang mampu. CSR
juga berkontribusi dalam pencapaian dan melanjutkan upaya-upaya GT untuk
menciptakan masa depan yang berkelanjutan. CSR mencerminkan pula kemauan GT
untuk bertindak secara bertanggung-jawab atas dampak positif dan negatif yang
dihasilkan dari kegiatan operasi dan keputusan perusahaan. Total biaya yang
sudah dikeluarkan dalam kegiatan CSR Perusahaan selama tahun 2014 adalah Rp
10,7 Milyar. Melalui kegiatan CSR, Perusahaan berkomitmen untuk menunjukkan
bahwa sebagai Perusahaan yang baik, dapat menjalankan pendekatan yang lebih holistik, bangga atas bisnis
utama Perusahaan, seraya meminimalkan setiap dampak negatif yang mungkin
terjadi dari keputusan dan kegiatan operasi Perusahaan. Perusahaan ingin terus
membangun dan mempertahankan bisnis manufaktur ban dan terkait ban seraya
mendukung upaya yang akan menjamin kesejahteraan karyawan, pelanggan dan
komunitas disekitar Perusahaan, berkontribusi pada kemakmuran ekonomi pemangku
kepentingan, dan juga mendukung upaya konservasi yang berusaha melestarikan
lingkungan alam untuk mengimbangi perkembangan ancaman ekonomi global.
Kegiatan CSR di
Gajah Tunggal
Dalam
perkembangannya, PT. Gajah Tunggal, Tbk. Berusaha menerapkan prinsip-prinsip
Corporate Social Responsibility (CSR) dalam setiap aspek kegiatan operasinya.
Hal ini ditempuh agar setiap tindakan dan keputusan bisnis yang diambil
berlandaskan pada keberlanjutan masa depan. Proyek CSR di Gajah Tunggal
berbasis pada empat pilar yaitu Lingkungan Alam (Natural Environment),
Kesejahteraan (Wellbeing), Masyarakat (Society), dan Ekonomi (Economy)
Lingkungan Alam
Gajah
Tunggal melakukan berbagai kegiatan ini untuk mendukung upaya mengurangi jejak
karbon dan berbagai proyek konservasi untuk keberlanjutan lingkungan alam.
Penghijauan
Lingkungan Pabrik
Perusahaan
melaksanakan manajemen lingkungan pabrik dengan menerapkan sejumlah kebijakan
sebagai berikut:
• Mengoptimalkan
peran Research & Development /R&D (Penelitian dan Pengembangan) untuk
menghasilkan produk/proses bisnis yang mampu memenuhi kebutuhan masa depan dan
ramah lingkungan.
• Program tanam
pohon dan penghijauan kawasan pabrik. Sampai dengan tahun 2014 sudah lebih dari
2.000 pohon yang
ditanam di area pabrik. Perusahaan juga aktif mengembangkan pembibitan
pohon dan sampai
saat ini, sekitar 10.000 bibit tanaman telah dikembangkan. Perusahaan juga
telah menyumbang 1.000 Pohon Pucuk Merah untuk Kota Tangerang.
• Pengolahan
sampah untuk menjadi pupuk kompos yang kemudian digunakan untuk pemupukan
pohonpohon yang sudah ditanam di lingkungan pabrik.
Partnership
for Solution SDSN Regional Workshop oleh UID-UN SDSN
PT.
Gajah Tunggal, Tbk. menjadi sponsor utama dalam Workshop UID-UN SDSN untuk Indonesia,
Asia Tenggara dan Australia Pasifik yang
bernama"Partnership for Solution SDSN Regional Workshop", yang
diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 26-27 November 2014. Acara ini
bertujuan untuk mengumpulkan para
pemimpin dan ahli akademisi, pemerintah, bisnis dan masyarakat sipil untuk
membahas kebutuhan energi Indonesia di masa depan, menganalisa proses
dekarbonisasi dalam system energi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan
menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,serta membuat perencanaan untuk
inisiatif solusi kolaboratif.
Penghargaan
Indonesia Green Company dan SRI-KEHATI 2014
PT
Gajah Tunggal Tbk kembali menerima penghargaan Indonesia Green Company untuk
kedua kalinya secara berturut-turut dari Majalah Swa yang bekerja sama dengan
Yayasan Kehati dalam acara yang diselenggarakan pada tanggal 11 Desember 2014.
Penghargaan tersebut diberikan untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia yang
memiliki visi bisnis yang berkomitmen pada pelestarian lingkungan dan
pembangunan global yang berkesinambungan. Proses seleksi dilakukan dengan
meneliti bagaimana perusahaan-perusahaan di Indonesia menerapkan konsep ramah
lingkungan (green) pada produk dan/atau proses bisnis perusahaan. PT Gajah
Tunggal Tbk menerima penghargaan ini karena memproduksi ban sepeda motor
pertama di Indonesia yang ramah lingkungan, yang diberi nama “IRC Enviro”. Ban
IRC Enviro diproduksi menggunakan Nano Silica dan Non-Aromatic Oil dalam proses
produksi yang membantu untuk mengurangi polusi dan emisi bahan bakar, karena
hambatan gulir yang dihasilkan lebih rendah. Perusahaan menerima penghargaan
yang sama tahun lalu untuk ban mobil penumpang ramah lingkungan yang disebut
“GT Radial Champiro Eco”. Dengan menerima penghargaan ini untuk yang kedua
kalinya, Perusahaan diakui untuk komitmennya
dalam
menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Dalam acara yang sama, Perusahaan
juga menerima penghargaan SRI-KEHATI, yang merupakan apresiasi sebagai salah
satu dari 25 perusahaan yang terdaftar dalam indeks SRI-KEHATI. Indeks
SRI-KEHATI adalah indeks yang diluncurkan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati
Indonesia – KEHATI yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, yang secara
khusus memuat perusahaan yang melaksanakan usaha-usaha
bisnis yang
berkelanjutan. Untuk dapat masuk dalam indeks, Perusahaan harus melalui proses
seleksi yang cukup ketat dalam penilaian praktekpraktek bisnis yang
berkelanjutan, aspek keuangan dan
fundamental.
Terdaftar dalam indeks SRI-KEHATI sejak bulan Mei 2013, mencerminkan pencapaian
Perusahaan dalam menciptakan keberlanjutan lingkungan hidup dan sosial serta
membangun reputasi sebagai Perusahaan yang memiliki tata kelola perusahaan
baik.
·
PT INDOCEMENT
Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan (CSR)
Memiliki
sebuah model bisnis yang berkelanjutan menjadi prioritas bagi Indocement, yang
memampukan Perseroan untuk menciptakan dan menambah nilai bagi para pemegang
saham serta berkontribusi terhadap lingkungan yang bersih bagi karyawan dan
masyarakat. Konsep pembangunan berkelanjutan dengan triple bottom line,
menjadi pedoman bagi Perseroan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Konsep tersebut
menekankan pada tiga hal utama, yaitu: (1) melestarikan lingkungan; (2)
memberikan manfaat kepada masyarakat setempat; dan (3) mempertahankan
pertumbuhan Perseroan. Program CSR didasari oleh kerangka Lima Pilar yang
mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-budaya-agamaolahraga,
Dan keamanan,
dilaksanakan berdampingan dengan program pembangunan berkelanjutan.
Dalam kerangka
tujuan pembangunan milenium (Millennium Development Goals/MDGs), program
CSR Indocement terutama berfokus pada tujuan pengentasan kemiskinan
serta peningkatan kualitas pendidikan dan lingkungan di sekitar wilayah
operasional Perseroan. Dalam
program pengembangan komunitas, banyak prakarsa Perseroan yang telah
dilakukan antara lain pemberian bantuan peralatan sekolah, puskesmas
keliling, pembangunan infrastruktur (jalan dan jembatan), renovasi rumah
tidak
layak huni,
serta pembangunan tempat ibadah. Program Pembangunan Berkelanjutan termasuk di
dalamnya, sebagai contoh, kerja sama dengan bank pemerintah untuk memfasilitasi
kredit mikro kepada usaha kecil. Untuk
periode pelaporan tahun 2012, Perseroan mengambil langkah maju dengan
menerbitkan Laporan Keberlanjutan bersamaan dengan Laporan Tahunan 2012.
Laporan Keberlanjutan tersebut membahas secara lebih rinci mengenai kegiatan
CSR, serta program-program lainnya yang berkaitan dengan upaya Perseroan dalam
menjaga keberlangsungan usaha.
Lingkungan
Hidup
Peningkatan
efisiensi operasional tidak hanya menguntungkan bagi marjin Perseroan, tetapi
juga bagi lingkungan. Efisiensi biaya yang dilakukan Indocement menjadi tolok
ukur dalam peningkatan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif dan
bahan lain yang sangat relevan untuk pelestarian lingkungan. Selain menghemat
sumber daya alam dengan mengurangi pemakaian energi, kedua inisiatif tersebut
secara signifikan menurunkan emisi CO2 . Indocement berkomitmen untuk mendukung
pelestarian lingkungan melalui pengurangan pemakaian bahan bakar fosil.
Efisiensi energi menciptakan pertimbangan bisnis yang bijaksana dan menjadi
penggerak utama bagi Perseroan dalam rangka menjaga kekuatan fundamental untuk
memenuhi permintaan secara berkelanjutan. Indocement berharap tindakannya akan
menjadi contoh bagi perusahaan lain di Indonesia yang banyak menghasilkan
karbon. Manajemen lingkungan dan praktik pengawasan di kompleks pabrik
Indocement telah berjalan dengan baik. Rangkaian institusional, manajemen, dan
pengukuran pengendalian telah sesuai
standar dan peraturan tentang lingkungan yang berlaku di Indonesia. Indocement berpartisipasi aktif dalam
Mekanisme
Pembangunan
Bersih (MPB) yang terdaftar pada United Nations Framework Convention on
Climate Change (UNFCCC). Pada tahun 2008, Indocement menjadi
perusahaan pertama di Asia Tenggara yang menerima Emisi Reduksi yang
Disertifikasi (Certified Emission Reduction/CER) untuk proyek
bahan bakar alternatif dalam kerangka MPB. Pada 23 Maret 2012, untuk
kedua kalinya UNFCCC menerbitkan CER kepada Indocement karena berhasil
mengurangi CO dari Proyek Blended Cement. Pada 31 Desember 2012,
verifikasi CER untuk Proyek Blended Cement untuk periode Agustus 2007
sampai dengan Desember 2010 masih dalam proses. Sementara itu, Proyek Bahan
Bakar Alternatif untuk periode yang sama telah diverifikasi. Rehabilitasi lahan
bekas tambang merupakan upaya terus menerus dari Perseroan, antara lain melalui
penanaman pohon jarak pagar, trembesi, nyamplung, dan rumput gajah. Upaya ini
dilakukan Perseroan secara berkala guna mengurangi kemungkinan dampak yang
mungkin timbul akibat penggunaan tanah untuk kegiatan penambangan. Selain
memperbaharui peralatan laboratorium untuk pengujian bahan bakar alternatif,
kini Perseroan juga dilengkapi dengan peralatan pengujian bahan baku semen yang
telah mendapat sertifikasi dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Hal ini semakin memperkuat posisi laboratorium Indocement sebagai tempat pengujian
independen untuk bahan baku industri
semen. Indocement telah memperbarui seluruh sertifikasi yang berkaitan dengan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), meliputi ISO 9001:2008 (sistem
manajemen mutu), ISO 14001:2004 (sistem manajemen lingkungan), dan OHSAS
18001:2007 (sistem manajemen kesehatan dan
keselamatan kerja). Penjelasan lebih lanjut mengenai kebijakan, program,
serta implementasi yang dilakukan Perseroan yang berkaitan dengan lingkungan
hidup, secara terperinci telah terangkum dalam Laporan Keberlanjutan.
Ketenagakerjaan,
Kesehatan, dan Keselamatan Kerja
Tingkat
Perpindahan Karyawan
Pada 2012,
jumlah karyawan Indocement yang pensiun adalah 172 orang, lebih rendah dari
tahun sebelumnya yaitu 188 orang, sedangkan jumlah karyawan baru adalah 215
orang, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu 197 orang. Tidak semua posisi
kosong diisi kembali karena beberapa jabatan digabungkan, dimodifikasi maupun
munculnya jabatan baru. Langkah ini dilakukan agar karyawan Indocement mampu
menghadapi tantangan baru.
Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
Aspek
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi perhatian utama manajemen
Indocement. Karyawan diharapkan berangkat kerja tanpa rasa khawatir terhadap
segala risiko yang menyangkut kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.
Perseroan juga berusaha menyediakan tempat kerja yang aman dan nyaman. Di sisi
lain, Perseroan juga mengharapkan kesadaran yang tinggi dari karyawan untuk
memenuhi standar dan prosedur keselamatan kerja
yang berlaku. Salah satu upaya Indocement untuk meningkatkan K3 adalah
dengan melaksanakan Indocement Safety Observation Program
(I-SOP). I-SOP adalah program komunikasi antar karyawan dengan menggunakan
media kartu checklist sebagai alat bantu untuk saling mengingatkan dalam
hal K3. Tujuan dilaksanakannya I-SOP antara lain untuk mencegah cidera dan
kerusakan aset, mengidentifikasi dan mengoreksi situasi berbahaya,
mengidentifikasi kelemahan sistem K3, memotivasi pekerja, meningkatkan
kesadaran pekerja akan pentingnya K3 serta memperkuat perilaku positif K3.
Tujuan akhir penerapan I-SOP adalah
untuk mencapai nihil kecelakaan (Zero Accident). Penjelasan lebih lanjut seputar penyediaan
sarana dan
prasarana K3
bagi karyawan telah dirangkum dalam Laporan Keberlanjutan.
Tingkat
Kecelakaan Kerja
Indocement
dengan bangga melaporkan bahwa tidak terjadi
kecelakaan fatal di tiga kompleks pabriknya selama 2012. Selain itu,
Indocement terus menerapkan filosofi Zero Accident melalui program
kesadaran keselamatan kerja dan secara ketat memantau berbagai mekanisme
pelaporan.
Bina
Lingkungan
Mengoptimalkan
pengembangan masyarakat sekitar merupakan hal yang sangat penting bagi
Indocement. Dalam hal ini, sejumlah prinsip pokok dijadikan panduan bagi upaya Indocement. Perseroan fokus pada upaya
perbaikan kualitas lingkungan sekitar daerah operasionalnya. Kunci keberhasilan
program ini adalah dengan melibatkan masyarakat dan mendapatkan masukan
mengenai kebutuhan mereka, yang meliputi pelestarian lingkungan dan peningkatan
kualitas kehidupan bersama. Indocement
terus menjalankan program bina lingkungan untuk masyarakat di desa binaan di
sekitar daerah operasionalnya. Jumlah desa binaan Indocement tahun 2012
mencapai 12 desa binaan di sekitar Pabrik Citeureup, enam desa binaan di
sekitar Pabrik Palimanan, 10 desa binaan di sekitar Pabrik Tarjun, dan sembilan
desa binaan di sekitar terminal Indocement.
Kami telah merinci program-program Indocement yang berkaitan dengan
pemberdayaan masyarakat pada Laporan Keberlanjutan. Sedangkan penjelasan
mengenai upaya pemberdayaan warga sekitar disajikan pada bagian Sumber Daya
Manusia halaman 46.
Pengawasan Kualitas Produk
Semua
produk Indocement telah menaati Standar Nasional Indonesia (SNI), American
Society for Testing Materials (ASTM), American Petroleum Institute
(API), dan European Standard (EN197-1). Strategi penting bagi Indocement
adalah untuk melampaui persyaratan standar tersebut guna menghasilkan semen
kualitas terbaik di pasar Indonesia. Indocement menyadari pentingnya memberikan
kepedulian dan memahami keinginan pelanggan. Perhatian ini diwujudkan dalam
bentuk pengawasan kualitas produk serta penyebaran informasi produk yang tepat
kepada masyarakat. Pembahasan mengenai hal tersebut kami sajikan pada Laporan
Keberlanjutan. Perseroan menerapkan program layanan dan penghargaan kepada pelanggan,
mencakup penyediaan informasi dan layanan keluhan pelanggan, untuk meningkatkan
kesetiaan pelanggan, yang dirangkum dalam Laporan Keberlanjutan.