Kamis, 06 April 2017

PERUSAHAAN YANG BERADA DILAMPUNG YANG MENJALANKAN PROGRAM CSR

·         PT BANK RAKYAT INDONESIA
Sebagai bank dengan jaringan terbesar hingga ke pelosok terpencil di seluruh wilayah Indonesia, BRI memiliki komitmen tinggi untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar. Pertumbuhan yang diharapkan adalah pertumbuhan yang berkualitas dan mampu menyeimbangkan keberhasilan kinerja yang diukur dengan perolehan laba diimbangi dengan keberhasilan menjaga lingkungan hidup dan keberhasilan memajukan kehidupan masyarakat di daerah sekitar operasional.
Tujuan tersebut tercermin dalam misi Perseroan yaitu “memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada stakeholders”, yang terdiri dari nasabah, mitra kerja, pemerintah, pemegang saham, pekerja dan masyarakat sekitar dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Bagi BRI pelaksanaan tanggung jawab sosial berarti adalah investasi sosial melalui pendalaman hubungan timbal balik dengan masyarakat sekitar serta bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Massa dan lain-lain. Mengingat pentingnya investasi sosial ini, BRI menunjukkan komitmen bagi tercapaianya misi perusahaan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial melalui pelaksanaan berbagai program strategis, dengan tujuan:
1.      Mewujudkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat.
2.      Membantu tumbuh dan berkembangnya usaha kecil dan koperasi yang mandiri, tangguh dan berdaya saing, mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja melalui pengelolaan yang profesional.
3.      Mengembangkan pola pembinaan usaha kecil dan koperasi, yang berpotensi memberi hubungan timbal balik jangka panjang dengan bisnis Perseroan melalui penyaluran dana kemitraan dan pembinaan berkesinambungan, dengan mengedepankan aspek pemerataan, kemandirian, profesional, dan etika.
4.      Partisipasi pada program pelestarian lingkungan hidup, serta membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Berdasarkan pencapaian tujuan strategis pelaksanaan program tanggung jawab sosial tersebut, Perseroan menyusun serangkaian program kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang melibatkan dan memberikan nilai tambah bagi nasabah, pekerja, mitra bisnis, pemegang saham, komunitas sekitar, bagi bangsa dan lingkungan hidup secara berimbang.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Terkait dengan kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, BRI mengerti bahwa program kesehatan dan keselamatan kerja harus menjadi prioritas dari Perseroan sehingga dapat terbentuk lingkungan kerja yang mampu mendukung pencapaian optimal target perusahaan. Kondisi kerja yang baik tersebut, dapat tercapai karena pekerja BRI telah memperoleh kepastian mengenai jaminan bahwa kesehatan dan keselamatan mereka saat bekerja terjamin. Kegiatan operasional BRI pada umumnya dilakukan di areal dari perkantoran, baik berupa gedung bertingkat tinggi, Ruko Rumah Kantor maupun unit-unit kerja mobile. Aktivitas pekerja BRI mayoritas berada di areal yang tidak membahayakan, kecuali untuk unit-unit kerja mobile berbasis e-chanel dengan dukungan TI yang harus berpindah pada titik-titik tertentu yang pada intinya juga dikawasan yang relatif terjamin keselamatannya. Kegiatan di lapangan terbuka, umumnya hanya terjadi pada saat peninjauan pelaksanaan pembangunan proyek yang didanai oleh BRI maupun dalam rangka kunjungan rutin pada nasabah.
Dengan konfigurasi kegiatan yang mayoritas berada di dalam bangunan tersebut, maka program K3 yang dijalankan lebih menitik beratkan pada pelaksanaan program dasar untuk mencegah risiko kecelakaan kerja dan memastikan kesehatan pekerja. Program dasar yang dilaksanakan meliputi:
1.      Latihan evakuasi dari gedung bertingkat.
2.      Latihan dasar penggunaan alat pemadam kebakaran.
3.      Latihan penyelamatan korban dari dalam gedung yang diikuti oleh pekerja pengamanan gedung.
4.      Dan latihan dasar yang relevan lainnya.


Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Selain program dasar tersebut, dalam rangka menjaga pekerja dari risiko kecelakaan kerja, BRI memiliki kebijakan yang menegaskan agar para pekerja senantiasa mengikuti aturan keselamatan dari pemilik proyek, manakala melakukan peninjauan lapangan. Selain itu seluruh pekerja BRI dilindungi oleh polis asuransi kecelakaan kerja saat melakukan kunjungan kerja. BRI juga menerapkan program standar keselamatan kerja
dengan melengkapi seluruh fasilitas operasionalnya, baik unit mobile, Ruko, Rukan dan gedung bertingkat dengan peralatan dasar keselamatan yang relevan dan memadai. BRI bahkan mewajibkan adanya pemberian informasi perihal jalur evakuasi apabila terjadi kondisi darurat, pada setiap acara dengan pihak eksternal yang dilaksanakan di Gedung BRI.
Dalam rangka mengantisipasi kondisi darurat pekerja yang mengalami sakit mendadak di lingkungan kantor,perusahaan juga menyediakan fasilitas kesehatan berupa tabung oksigen (O2) dan kotak obat P3K untuk ditempatkan di setiap unit kerja BRI. Saat ini, seluruh pekerja BRI mendapatkan beberapa fasilitas terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja:
1.      BRI menyediakan paket benefit yang khusus diberikan pada pekerja untuk menjaga kesehatan dan/ atau mendapatkan pengobatan atas tanggungan perusahaan dalam batas-batas yang wajar.
2.      BRI juga melaksanakan program pemeriksaan kesehatan berkala/General Medical Chek-Up (GMCU) setiap periode, yang merupakan tindakan preventif untuk menjaga kesehatan pekerja
3.      Pemberian fasilitas tunjangan kacamata kepada pekerja BRI, sehingga dapat mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan
4.      Seluruh pekerja BRI telah diikutsertakan sebagai peserta program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)

Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan            

Kegiatan operasional Bank BRI tidak melibatkan proses pengolahan bahan maupun proses fisik lain yang membuat berubahnya permukaan bumi, namun demikian BRI tetap memiliki komitmen tinggi untuk berpartisipasi pada kegiatan yang bertujuan menyelamatkan lingkungan secara aktif maupun secara pasif.
Partisipasi aktif yang dilakukan BRI mencakup gerakan penghijauan, sponsorship penyelenggaraan even berkaitan dengan lingkungan hidup, pemberian bantuan langsung dalam skema Bina Lingkungan pada kegiatan lingkungan hidup dan sebagainya. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah:
1.      Pemberian bantuan penanaman 5.000 pohon bakau kepada Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta
2.      Membangun percontohan budidaya rumput laut, baik dengan menggunakan metode lepas dasar dan metode floating
3.      Pemberian bantuan untuk program instalasi biogas untuk 5 Kelompok Ternak di Kanwil BRI Yogyakarta
4.      Pemberian bantuan 1.000 pohon buah melalui Iwan Fals pada kegiatan Peringatan HUT BRI ke-117 (Uraian lebih rinci pada bagian Tanggung Jawab Sosial – Bina Lingkungan – BRI Peduli Pelestarian Alam) Sedangkan partisipasi pasif BRI dalam kegiatan pelestarian lingkungan mencakup penerapan berbagai kebijakan yang bertujuan mengurangi dampak negatif kegiatan operasional terhadap lingkungan.

Kebijakan yang dilakukan, selain memberi dampak positif terhadap kelestarian lingkungan, juga memberi dampak pada berlangsungnya kegiatan operasional yang lebih efektif dan efisien. Kebijakan-kebijakan operasional yang menunjukkan wujud tanggung jawab BRI terhadap lingkungan mencakup:
1.      Paperless system dalam proses administrasi, yang bertujuan mengurangi konsumsi kertas dengan dukungan sistim teknologi informasi yang terintegrasi.
2.      Kebijakan penghematan penggunaan listrik, meliputi penggunaan lampu hemat energi maupun suhu ruangan yang wajar.
3.      Kebijakan uji petik kendaraan operasional untuk menekan emisi.
4.      Kebijkan proses penggantian peralatan berteknologi tinggi yang dilakukan bekerja sama dengan perusahaan pengelola limbah padat berteknologi tinggi yang berijin dan berkompeten.
5.      Kebijakan pemberian kredit KI maupun KMK kepada industri yang dipersyaratkan tidak boleh mencemari lingkungan.
6.      Kebijakan dalam penghematan penggunaan air, dengan memanfaatkan air daur ulang dalam tata kelola gedung Kantor Pusat BRI.

Tanggung Jawab Terhadap Konsumen/Nasabah
Pelaksanaan program tanggung-jawab sosial terhadap konsumen produk Perseroan, dalam hal ini adalah nasabah BRI, baik nasabah simpanan dan pinjaman maupun jasa perbankan, dilakukan dengan menyediakan ragam produk dan layanan jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan, serta, kemudahan akses melalui penyedian jaringan layanan konvesional dan e-channel, record yang seluruhnya terhubung secara real time on line. Uraian mengenai seluruh program dimaksud ada pada bagian “Produk dan Jasa”, “Tinjauan Operasional- Pemasaran”, dan “Diskusi dan Analisis Manajemen - Tinjauan Bisnis”. Untuk menginformasikan ragam produk dan layanan perbankan BRI, hal-hal yang dilakukan BRI diantaranya adalah:
1. Pengembangan website BRI yaitu www.bri.co.id
Di dalam website BRI, nasabah BRI dapat menemukan informasi mengenai produk dan layanan BRI secara lengkap.
2. Contact Center BRI
Melalui contact center BRI, nasabah dapat memperoleh informasi mengenai BRI, baik berupa informasi produk, program pemasaran, layanan terbaru BRI ataupun menyampaikan keluhan terkait layanan BRI
3. Mobile Banking BRI
Melalui pengembangan terbaru yang dilakukan, nasabah dengan mudah mengakses layanan perbankan BRI, mendapatkan informasi mengenai produk serta informasi mengenai jaringan ATM BRI terdekat secara real time on-line.
Selain kebijakan tersebut diatas, BRI juga memiliki kebijakan untuk meningkatkan kualitas aksesibilitas jaringankerja BRI, baik jaringan konvensional maupun e-channel. Kegiatan yang dilakukan, antara lain:
1.      Menambah 977 Kantor, 7.000 ATM serta 13.125 EDC,
2.      Melakukan investasi pada infrastruktur teknologi yang dimiliki BRI, seperti:
a. BRI Memiliki 2 Data Centre, yang beroperasi secara paralel, sehingga mengurangi kemungkinan system down, yang dapat mempengaruhi jalannya transaksi perbankan nasabah
b. BRI Memiliki Disaster Recovery Centre, untuk mengurangi dampak kerugian apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
c. Saat ini BRI menggunakan software system yang terbaru, sehingga diharapkan dapat semakin meningkatkan keakuratan proses transaksi perbankan nasabah

Tanggung Jawab terhadap Komunitas :
BRI mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap komunitas dalam berbagai bentuk, yaitu:
1.      Penyaluran Kredit Program,berupa:
a.       KUR (Kredit Usaha Rakyat)
b.      Kredit Program Lainnya (KKPE, KUT dll)
2.      Pelaksanaan kegiatan Corporate Social Responsibility, berupa:
a.       Program CSR Perusahaan
b.      Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat
Kredit Usaha Rakyat atau biasa disebut dengan KUR merupakan kredit/pembiayaan yang diberikan oleh perbankan kepada Usaha Mikro dan Kecil yang feasible tapi belum bankable, yaitu usaha yang memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan kredit tersebut. Saat ini penyaluran KUR dilaksanakan oleh 6 (enam) bank nasional, BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, Bukopin serta Bank Syariah.
Sebagai bank yang mempunyai eksistensi di seluruh wilayah Indonesia, maka BRI berada pada garda terdepan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Dengan mempertimbangkan hal itu, maka dalam menentukan keberhasilan suatu kredit program, BRI mempunyai peranan paling penting. Hal yang sama terjadi pada penyaluran Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E), dengan tujuan mendukung program bidang ketahanan pangan di Indonesia, BRI melakukan penyaluran Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E), Skema Subsidi Resi Gudang (S-SRG) dan Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) Pola Non Kemitraan. Skim kredit KKP-E telah banyak membantu petani, peternak, nelayan dan pembudidaya dalam meningkatkan produksi pertanian mereka.

Program CSR Perusahaan BRI merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kondisi sosial masyarakat yang berada di lingkungan perusahaan. Pada tahun 2012, fokus penyaluran CSR BRI adalah penataan lingkungan hidup masyarakat terutama fasilitas rumah tinggal yang merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. BRI bekerja sama dengan UGM dan LSM Rumah Ekonomi Rakyat melaksanakan program renovasi rumah tidak layak huni. Program ini merupakan program hibah bantuan dana CSR dengan konsep community participatory program. Community participatory adalah pelaksanaan kegiatan yang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan melibatkan partisipasi masyarakat. Dengan adanya keterbatasan dana, waktu eksekusi, dan tenaga, keterlibatan pihak masyarakat dinilai mampu menutupi kekurangan yang ada. Dari sisi konsultan desain, masyarakat sangat membantu dalam hal penyampaian ide dan informasi akan kebutuhan rumah. Menggali keinginan masyarakat menjadi salah satu tugas penting bagi para konsultan desain rumah untuk menggambarkan secara detil desain yang fungsional. Program seperti ini telah dilaksanakan dibeberapa daerah seperti di Limboto-Propinsi Gorontalo, Soreang- Kabupaten Bandung, Denpasar-Propinsi Bali, Wates- Propinsi DIY dan Barabai-Propinsi Kalimantan Selatan

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
PKBL merupakan tanggung jawab sosial yang telah diamanahkan pemegang saham BRI yang pelaksanaannya berdasarkan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-20/MBU/2012 tanggal 27 Desember 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara BUMN No. 05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Dana yang dialokasikan untuk kegiatan PKBL tiap tahunnya diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BRI. Pada tahun 2012, total alokasi dana bagi realisasi program PKBL yang berasal dari bagian laba operasi tahun 2011 sesuai keputusan RUPS tertanggal 28 Maret 2012 adalah sebesar Rp603,32 miliar (4% dari laba bersih tahun buku 2011). Total Realisasi dana PKBL selama tahun 2012 adalah sebesar Rp398,98 miliar, terdiri dari penyaluran Dana Kemitraan sebesar Rp145,97 miliar dan Dana Bina Lingkungan sebesar Rp253,01 miliar.

Program Kemitraan
Program Kemitraan BRI merupakan program pembiayaan dan pembinaan kepada usaha mikro dan kecil termasuk koperasi yang memenuhi kelayakan usaha tetapi belum bisa dilayani dengan skim kredit komersial BRI. Dalam pelaksanaannya, BRI memandang realisasi program kemitraan adalah bagian dari upaya mewujudkan misi perusahaan yaitu “Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha mikro dan kecil agar menjadi usaha yang tangguh di kemudian hari. Mitra binaan Pinjaman Kemitraan adalah embrio nasabah BRI yang nantinya akan menjadi nasabah komersial BRI.
Dengan mengandalkan pola pembentukan kluster usaha tersebut, pada tahun 2012 BRI berhasil menyalurkan dana program kemitraan terhadap 2.431 mitra binaan, sehingga jumlah mitra binaan BRI sampai dengan akhir tahun 2012 adalah 19.980 mitra binaan. Total pinjaman kemitraan yang disalurkan mencapai Rp143,71 miliar atau meningkat 232,74% dari tahun 2011 yaitu Rp43,19.

Program Pemberdayaan Masyarakat- Kluster Usaha Rumput Laut di Nusa Lembongan
Salah satu kegiatan pembentukan kluster usaha adalah kluster usaha rumput laut di Nusa Lembongan Bali. Program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan dan budidaya Rumput Laut dilakukan melalui pembuatan percontohan budidaya Rumput Laut sebanyak 12 titik untuk Metode Lepas Dasar dan 12 titik untuk Metode Floating serta pendampingan budidaya dan pengembangan Kluster Rumput Laut. Bekerjasama dengan Asosiasi Petani Rumput Laut Propinsi Bali dan akademisi, BRI melakukan pendampingan kepada para petani tersebut. Manfaat yang didapat dari Program pemberdayaan ini adalah:
1. Adanya perbaikan kualitas produksi rumput laut, sehingga mampu menaikkan harga jual, dari sebelumnya Rp3.000/kg menjadi Rp5.000/kg
2. Peningkatan kapasitas produksi rumput laut, dengan adanya bantuan permodalan dari Pinjaman Kemitraan BRI
3. Pembentukan kelompok usaha, sehingga mempersingkat rantai serta meningkatkan akses pemasaran karena adanya rekanan pihak Asosiasi Petani Rumput Laut Propinsi Bali yang menampung produksi tersebut.

BRI Peduli
Merupakan realisasi dari Program Bina Lingkungan yang dilaksanakan oleh BRI. Program BRI Peduli bertujuan untuk memberdayakan kondisi sosial dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekitar wilayah operasional BRI menjadi lebih baik. Sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN No PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 yang telah direvisi dengan Peraturan Menteri BUMN No. PER-20/MBU/2012 Tanggal 27 Desember 2012 yang menjadi landasan pelaksanaan PKBL, penyaluran Program BRI Peduli terbagi ke dalam 6 (enam) jenis kegiatan sesuai obyek bantuan, yakni sarana umum, sarana pendidikan, peningkatan kesehatan, sarana ibadah, pelestarian alam, dan bantuan korban bencana alam.
Realisasi penyaluran dana Bina Lingkungan yang dilaksanakan selama tahun 2012, terdiri dari Bina Lingkungan BRI Peduli sebesar Rp79,06 miliar dan Bina Lingkungan BUMN Peduli sebesar Rp173,95 miliar.

BRI Peduli Bencana Alam
Sebagai bentuk kepedulian BRI dalam membantu korban bencana alam, BRI memberikan bantuan tanggap darurat melalui unit kerja terdekat di lokasi terjadinya bencana. Di tahun 2012, BRI menyalurkan bantuan sebesar Rp852 juta untuk penanggulangan bencana alam. Bantuan yang disalurkan meliputi pengadaan bahan makanan, kebutuhan sandang, obatobatan, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya.
BRI Peduli Pendidikan
Sebagai perusahaan yang menyadari betul pentingnya kualitas pendidikan bagi generasi bangsa, BRI berusaha untuk memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya dengan Program BRI Peduli Pendidikan. Bantuan yang telah disalurkan BRI dalam rangka BRI Peduli Pendidikan di tahun 2012 mencapai Rp37,98 miliar. Bantuan ini diberikan dalam bentuk beasiswa, rehabilitasi sekolah, dan pengadaan fasilitas belajar bagi siswa dan sekolah yang membutuhkan.

BRI Peduli Kesehatan
Salah satu wujud kepedulian BRI dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia adalah berperan serta dalam kegiatan BRI Peduli Kesehatan. Total dana yang disalurkan di tahun 2012 untuk kegiatan menyangkut kesehatan adalah sebesar Rp19,04 miliar dalam bentuk bakti sosial pelayanan kesehatan gratis di lebih dari 147 unit kerja BRI dalam memperingati HUT BRI ke-117 tahun, bantuan Puskesmas keliling, pengadaan ambulans, pembangunan Posyandu, dan kegiatan lainnya.

BRI Peduli Sarana Ibadah
Dalam rangka memberikan kenyamanan beribadah dan meningkatkan kualitas spiritual masyarakat di sekitar unit kerja, BRI berusaha membenahi dan memberikan bantuan pembangunan dan perbaikan sarana ibadah serta kegiatan peribadatan lainnya. Total bantuan yang disalurkan melalu BRI Peduli Sarana Ibadah di tahun 2012 adalah sebesar Rp8,14 miliar yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas peribadatan.

BRI Peduli Pelestarian Alam
Kegiatan yang dilakukan BRI dalam memelihara lingkungan dan kualitas udara diwujudkan dalam penanaman pohon melalui partisipasi seluruh karyawan BRI dalam kegiatan penanaman pohon produktif di lahan sekitar unit kerja BRI. Dana yang telah disalurkan untuk kegiatan ini di tahun 2012 adalah sebesar Rp1,19 miliar.

·         PT. Indofood

v  Bentuk CSR :
1.      Tanggung Jawab sosial Perusahaan
Perseroan terus berkomitmen pada upaya-upaya di bidang CSR, sejalan dengan misinya untuk memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan, serta meningkatkan stakeholders’ value secara berkesinambungan
·   Kegiatan pelestarian lingkungan, antara lain melalui pembuatan lubang biopori dan sumur resapan untuk menampung air hujan dan memelihara air tanah untuk masyarakat sekitar.
·   Program Green Day, yang telah diselenggarakan sejak tahun 2011 oleh Divisi Nutrisi & Makanan Khusus di Bandung, dalam mengelola limbah dan mengurangi emisi karbon. Atas inisiatif tersebut, Indofood melalui Divisi Nutrisi & Makanan Khusus dari ICBP berhasil meraih Indonesian Green Awards 2014 yang diselenggarakan oleh The La Tofi CSR School yang didukung oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perindustrian.
·   Program penghematan energy seperti pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan penggunaan lampu LED

2.      Tanggung Jawab Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan
Pengembangan SDM merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kemampuan inovasi dan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Perseroan telah melaksanakan programprogram strategis berikut untuk mendukung upaya pengembangan SDM.
a.       Pendidikan
·         Beasiswa Indofood Setiap tahun
·         Indofood Riset Nugraha (“IRN”) IRN merupakan program pemberian bantuan dana bagi para mahasiswa S1
b.      Kesehatan
·         SUN Mobil Layanan Gizi Ibu dan Balita (“SUN Mobil”)
·         Program Posyandu Binaan
c.       Solidaritas Kemanusiaan
·         Pos Indofood Peduli
·         Indofood Service Day

v  Tujuan mengadakan CSR :
1.      Untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi Perseroan
2.      Untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang selaras dengan kepentingan pemegang saham dan stakeholders lainnya
3.      Untuk meningkatkan citra perusahaan agar para konsumen dapat mengenal perusahaan selalu melakukan kegiatan yang baik bagi masyarakat
4.      Untuk memperkuat “Brand” perusahaan dengan melakukan kegiatan product knowledge yaitu membagikan produk secara gratis
5.      Untuk membuka akses investasi dan pembiayaan bagi perusahaan
6.      Untuk meningkatkan harga saham
v  Persyaratan CSR :
1.      Harus ada izin dari komunitas setempat
2.      Perusahaan harus melakukan komitmen dengan para pemangku kepentingan (stakeholder)
3.      Harus mematuhi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007

v  Periode CSR :
Periode CSR dalam PT Indofood hanya dalam tahunan karena sama seperti PT Elnusa setiap tahunnya PT Indofood selalu mengadakan kegiatan CSR yang berbeda

v  Besaran CSR :
Biaya untuk mengadakan CSR PT Indofood mengeluarkan biaya sekitar Rp4,5 miliar.

·         PT KAI
Program Kemitraan
1.      Penyaluran pinjaman modal kepada UMKM
KAI telah menyalurkan dana program kemitraan berupa pinjaman modal kerja kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp. 4.000.000.000 kepada 125 mitra binaan yang terbesar di jawa dan sumattera selama tahun 2015. Penyaluran dana tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan usaha dan kemandirian UMKM

2.      Penggunaan tenaga kerja lokal
KAI mempertimbangkan penyerapan tenaga kerja lokal dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia untuk mengelola perusahaan yang terbesar di beberapa daerah di indonesia. Selain untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di masing-masing daerah operasi, divisi regional dan sub divisi regional hal tersebut juga bertujuan memperluas cakupan penyediaan lapangan pekerjan untuk masyarakat hingga dapat mendorong perekonomian masyarakat setempat serta menekan cost untuk tenaga kerja karena biaya hidup dan transportasi dapat di reduksi

·         Perbaikan Sarana Dan Prasarana Umum
1.      Pembangunan ruang kelas, prasarana jalan, dan pemasangan paving stone
2.      Bantuan perbaikan sarana ibadah

·         Bantuan Korban Bencana Alam
1.      Pemberian bantuan tanggap darurat

·         Peningkatan kualitas pendidikan
1.      Siswa mengenal nusantara

·         Peningkatan Layana Kesehatan
1.      Rail clinic
2.      Bantuan di bidang olahraga

·         Bantuan Kebutuhan Pokok Masyarakat
1.      Pasar Murah BUMN
2.      Bedah Rumah BUMN

·         Dukungan Untuk PABBSI road to olimpic 2016 senilai Rp. 200.000.000,- Pada tanggal 7 mei 2015

·         PT Krakatau Steel

Tanggung Jawab sosial Perusahaan

Sebagai perusahaan yang bernaung di bawah Kementerian BUMN, keberadaan PT Krakatau Steel terikat pula dengan UU No 19 Tahun 2003 yang intinya menyatakan bahwa pendirian BUMN selain mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perusahaan, juga perlu melakukan pembinaan terhadap usaha kecil, koperasi dan masyarakat sekitar BUMN. Kegiatan ini sesuai dengan yang diamanatkan melalui UU No 40 Tahun 2007, disertai dengan kewajiban melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Hal ini sejalan dengan Visi, Misi dan Falsafah perusahaan, ”Partnership for Sustainable Growth” yang mengandung makna semangat, keinginan dan janji untuk tumbuh dan berkembang bersama secara berkesinambungan bagi PT Krakatau Steel dan seluruh pemangku kepentingan. Visi, Misi dan Falsafah perusahaan tersebut mengokohkan rasa tanggung jawab sosial PT Krakatau Steel, sehingga terus terpacu untuk meningkatkan kepedulian untuk menjalankan kegiatan CSR kepada segenap pemangku kepentingannya. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Negara BUMN No: PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 dan dan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-08/MBU/2013 tanggal 10 September 2013 tentang Perubahan keempat atas Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan yang dijalankan melalui Divisi Community Development yang berada langsung di bawah Direktur SDM & Umum. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dilakukan karena PT Krakatau Steel menyadari bahwa pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial merupakan suatu investasi sosial yang akan menjamin kesinambungan usaha yang merupakan salah satu strategi jangka panjang perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat sekitar. Kegiatan PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) PT Krakatau Steel dilaksanakan melalui 2 program utama yaitu Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan dengan berdasarkan pada 4 (empat) pilar PKBL yaitu: Pro Poor, Pro Job, Pro Growth dan Pro Environment. Pada tahun 2013, Perseroan telah menyalurkan dana bagi kegiatan PKBL sebesar Rp 16,75 miliar, yaitu Rp11,60 miliar untuk Program Kemitraan berupa pinjaman modal usaha & hibah dan sebesar Rp5,15 miliar untuk Program Bina Lingkungan berupa bantuan hibah untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat dan lingkungan hidup. Kegiatan Program Kemitraan difokuskan pada pelaksanaan tanggung jawab di bidang ekonomi (pilar Pro Growth dan Pro Job), sedang kegiatan Bina Lingkungan difokuskan pada pelaksanaan tanggung jawab bidang sosial dan lingkungan (pilar Pro Poor, Pro Job, Pro Environment).

Program kemitraan
  Untuk Program Kemitraan, fokus ada pada pengembangan usaha mikro dan kecil melalui pola pendampingan yang diwujudkan melalui penyaluran, pembinaan manajerial dan keuangan yang berkelanjutan dan kegiatan promosi mitra binaan berupa pameran. Beberapa kegiatan ekonomi masyarakat meliputi sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan,
perikanan dan sektor jasa.
  Selain penyaluran dana pinjaman, telah dilaksanakan juga penyelenggaraan diklat kewirausahaan & laporan keuangan, workshop temu usaha, studi banding, dan pelatihan–pelatihan lain yang bertujuan mengembangkan kompetensi mitra binaan.
  Strategi yang dilakukan dalam penyaluran dana kemitraan ini adalah: penyaluran langsung oleh Divisi Community Development, kerjasama penyaluran dengan Pemerintah Kota Cilegon melalui UPT-PEM (Unit Pelaksana Teknis- Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat), kerjasama dengan Lembaga Keuangan Mikro dan dengan BUMN Penyalur.
  Upaya pemberdayaan potensi usaha masyarakat ini mengalami perubahan karena pada tanggal 3 April 2013 terbit Surat dari Kementerian BUMN Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis BUMN Nomor: S-92/D.5/MBU/2013 tentang Pengelolaan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan yang menyatakan mulai tahun 2013 tidak ada lagi aktivitas penyaluran pinjaman baru dan hanya dilakukan kegiatan penagihan serta monitoring terhadap mitra binaan, sehingga berdampak pada berkurangnya kegiatan penyaluran.

Program bina lingkungan
Kegiatan Perseroan di bidang sosial meliputi bantuan korban bencana alam/tanggap darurat bencana, pendidikan/pelatihan, peningkatan kesehatan, penyediaan sarana/prasarana umum, sarana ibadah dan pelestarian alam.
   Bantuan Korban Bencana Alam/Tanggap Darurat Bencana Kegiatan yang telah dilakukan berupa bantuan untuk korban bencana sebesar Rp105 juta.
  Bantuan Pendidikan; Bantuan peningkatan pendidikan/pelatihan Rp3,110 miliar. Perseroan sangat peduli dalam pengembangan kualitas SDM masyarakat sekitar. Hal ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan, antara lain: Vocational Training bagi lulusan SLTA, pemberian
beasiswa mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi, D1 Tata Usaha & Administrasi, D1 Teknik Listrik & WTP, D1 Kimia, bantuan kegiatan kemahasiswaan, pelatihan dan perintisan usaha, santunan anak yatim dan dhuafa dan bantuan sosial kemasyarakatan.
  Bantuan Peningkatan Kesehatan. Bantuan untuk peningkatan kesehatan masyarakat meliputi berbagai kegiatan antara lain: penyuluhan dan pencabutan gigi, khitanan massal, pemberian makanan tambahan untuk penderita TB paru, Posbindu dan Posyandu, dengan
total biaya sebesar Rp93 juta.
  Bantuan Pengembangan Sarana/Prasarana Umum Salah satu cara untuk meningkatkan hubungan dengan komunitas sekitar terus dilakukan oleh Perseroan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang meliputi pembangunan dan renovasi fisik Madrasah dan Pondok Pesantren,
bangunan Panti Asuhan, pembangunan Posyandu dan jamban keluarga dengan total dana sebesar Rp469 juta.
  Bantuan Pengembangan Sarana Ibadah Perseroan berkontribusi dalam pembangunan moral dan karakter masyarakat melalui kegiatan pemberian bantuan pembangunan dan renovasi sarana ibadah, kegiatan Tarawih Berkunjung (Tarjung) dan Jumat Keliling (Jumling) serta pemberian bantuan perlengkapan sarana ibadah. Dana yang telah dihibahkan sebesar Rp341 juta.
  Bantuan Pelestarian Alam Perseroan tetap konsisten dalam peran serta untuk menjaga kelestarian alam dan meminimalisir pemanasan global, dengan melaksanakan kegiatan penghijauan berupa menanam pohon produktif dan non produktif di wilayah Cilegon
dan wilayah Banten lainnya serta pemberian bibit pohon kepada masyarakat dan komunitas lain, dilakukan juga pembuatan lubang-lubang biopori di beberapa sekolah sekitar perusahaan, dengan total biaya Program Pelestarian Alam sebesar Rp79 juta.
  BUMN Peduli Program BUMN Peduli yang dilaksanakan tahun 2013 merupakan program tahun 2012 yang baru terealisasi di tahun 2013. Program BUMN Peduli pendidikan ini dilaksanakan oleh PT PGN dengan total biaya sebesar Rp950 juta.
keselaMatan, kesehatan kerja dan lingkungan Kebijakan Perseroan dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk seluruh karyawan, serta perlindungan lingkungan adalah sebagai berikut:
1. Menggalakkan perlindungan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja dengan menerapkan sistem manajemen lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja serta memenuhi peraturan dan perundangan yang berlaku dan perbaikan berkelanjutan.

2. Mengelola limbah, emisi dan sumber daya untuk menekan serendah mungkin dampak negatif terhadap lingkungan.

3. Menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan mengembangkan metode pencegahan terhadap kecelakaan dan gangguan kesehatan kerja.

4. Meningkatkan kepedulian, pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam bidang lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja antara lain melalui publikasi, sosialisasi dan pelatihan.

Kebijakan Perseroan dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk seluruh karyawan, serta perlindungan lingkungan adalah sebagai berikut:
1. Menggalakkan perlindungan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja dengan menerapkan sistem manajemen lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja serta memenuhi peraturan dan perundangan yang berlaku dan perbaikan berkelanjutan.

2. Mengelola limbah, emisi dan sumber daya untuk menekan serendah mungkin dampak negatif terhadap lingkungan.

3. Menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan mengembangkan metode pencegahan terhadap kecelakaan dan gangguan kesehatan kerja.

4. Meningkatkan kepedulian, pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam bidang lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja antara lain melalui publikasi, sosialisasi dan pelatihan. identifikasi dan penilaian risiko, program pengukuran/pemantauan lingkungan kerja, dan program pencegahan kecelakaan kerja. Program pelayanan kesehatan kerja yang dilaksanakan cakupannya cukup luas tidak hanya soal pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, berkala (setahun sekali) dan khusus. Perseroan juga melaksanakan pembinaan dan
pengawasan penyesuaian pekerjaan terhadap karyawan termasuk terhadap karyawan dengan kelainan tertentu, pembinaan dan pengawasan lingkungan kerja dan sanitasi, pencegahan terhadap penyakit umum dan penyakit akibat kerja, pertolongan pertama pada kecelakaan,
kegiatan promotif dan preventif dalam bentuk pendidikan dan pelatihan kesehatan bagi karyawan, pembinaan dan pengawasan gizi kerja, serta rehabilitasi medis dan okupasional.

Program pencegahan kecelakaan kerja yang dilaksanakan adalah:

1. Pengawasan terhadap tindakan dan kondisi tidak aman
2. Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD)
3. Investigasi kecelakaan/kebakaran
4. Pembuatan dan perawatan rambu-rambu K3
5. Pemeriksaan peralatan pemadam kebakaran (APAR, hydrant, mobil PMD, sprinkler)
6. Melakukan simulasi tanggap darurat
7. Melakukan pelatihan K3 terhadap semua karyawan
8. Melaksanakan Bulan K3 yaitu: lomba cepat tepat, lomba TTD, lomba sanitasi toilet & kantin & seminar K3
9. Pembinaan dan pengawasan penyesuaian pekerjaan terhadap karyawan termasuk terhadap karyawan dengan kelainan tertentu


Green Company

Dalam bidang lingkungan, Perseroan telah menetapkan visi dalam program jangka panjang, yaitu “To be a Leading Green and Environmental Friendly Industry.” Untuk mewujudkan kebijakan dan visi tersebut, Perseroan sudah memasukkan semuanya ke dalam sistem prosedur operasi (SOP), Quality Objective, Program Produksi Bersih (di PTKS 5R), panduan/ manual dan tata tertib kerja. Semua alat/ sarana tersebut terkoordinasi ke dalam sistem manajemen lingkungan ISO14001 dan sistem manajemen K3 (SMK3 & OHSAS 18001) yang telah diterapkan secara terintegrasi dan konsisten di PT Krakatau Steel sejak tahun 1997. Untuk mendorong penetapan Visi di atas tersebut, Perseroan mengambil motto “Go Green”. Hal ini antara lain diwujudkan melalui kegiatan “One Man One Tree”. Yaitu kegiatan penghijauan pantai dengan penanaman pohon bakau yang melibatkan murid-murid sekolah, masyarakat, pengurus dan jamaah masjid dalam program penanaman pohon penghijauan di lingkungan sekitar perusahaan. Perseroan juga aktif dalam penilaian Green Industry yang dilaksanakan oleh Kementerian Perindustrian, maupun Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kegiatan
Perseroan dalam rangka pengelolaan lingkungan meliputi Program Kelola Lingkungan, yang terdiri dari pengendalian pencemaran udara, air, pengelolaan limbah B-3 dan Non B-3, penghijauan, konservasi laut, dan konsep zero waste. Program Pantau Lingkungan memonitor secara rutin emisi udara cerobong pabrik, kualitas udara ambient, tingkat kebisingan lingkungan, konsentrasi debu area pabrik, iklim kerja, kualitas air buangan, air badan air
(stream) dan air laut. Pemantauan sesuai baku mutu lingkungan dilakukan secara berkala oleh internal maupun badan independen. Perseroan juga memiliki program konservasi sumber
daya berupa upaya efisiensi pemanfaatan sumber daya alam dan energi untuk menjaga kelangsungan dan ketersediaannya. Langkah konservasi sumber daya meliputi substitusi bahan dan pemanfaatan gas buang/emisi, pemanfaatan limbah sisa panas, pemanfaatan
limbah CO2 menjadi gas industri.

Beberapa penghargaan yang diraih PT Krakatau Steel selama 2013 adalah:

1. Hasil Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) tahun 2013 yang dilakukan oleh KementerianLingkungan Hidup PT Krakatau Steel meraih peringkat Biru.
2. PT Krakatau Steel memperoleh penghargaan industrial hijau tahun 2013 dari Kementerian Perindustrian.
3. PT Krakatau Steel menerima sertifikat Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) sejak tahun 1997 s/d sekarang.
4. PT Krakatau Steel menerima sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sejak tahun 2000 s/d sekarang. Komitmen Perseroan dalam pengelolaan lingkungan telah memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal dampak yang dirasakan akibat Program Pengelolaan Lingkungan adalah:
• Peningkatan efisiensi sumber daya, bahan baku dan bahan penunjang karena limbah dapat dimanfaatkan kembali atau dijadikan sebagai alternatif “raw material”
• Efisiensi energi dan energi alternatif dengan hasil pencapaiannya cukup baik dan konsisten
• Peningkatan status pencapaian pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) menjadi lebih baik
• Peningkatan minimalisasi limbah dan daur ulang limbah Sedangkan secara eksternal dampak yang didapatkan Perseroan karena pengelolaan lingkungan adalah:
• Pencapaian sertifikat ISO 14001 pada tahun 1997 dan terus bertahan hingga saat ini
• Dapat dipertahankannya pencapaian PROPER BIRU pada tahun 2013 ini yang merupakan penilaian kinerja perusahaan di bidang lingkungan dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup, dan citra perusahaan yang lebih baik atas pencapaian tersebut.

Tanggung Jawab Produk Dan Perlindungan konsumen

Sebagai produsen baja terkemuka di Indonesia, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memiliki tanggung jawab terhadap semua produk yang dibuatnya dan bahwa produknya telah memenuhi standar industri. Perseroan memastikan hampir semua produk Perseroan telah memiliki Sertifikasi Nasional (Sertifikasi Nasional Indonesia/SNI, Biro Klasifikasi Indonesia untuk Produk KI-A, KI-B, HANKAM), maupun Sertifikasi Internasional (JIS, NKK, BV, DNV, Llyod’s Register, Germanischer Lloyd’s, Cor-ten Steel License Agreement dan sebagainya). Selain standar tersebut, Perseroan juga menerima spesifikasi khusus untuk diproduksi sesuai standar konsumen. Hal ini diterapkan mulai dari pembelian bahan baku utama maupun bahan pembantu produksi, serta selama proses produksi sampai bahan jadi yang siap kirim. Setiap produk memiliki identitas yang jelas serta standar pengepakan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi produk yang dikirim, sekaligus melindungi konsumen, sehingga ada kesesuaian dengan order yang diterima. Sebagai informasi kepada konsumen tentang produk serta sarana produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Perseroan telah menerbitkan sebuah buku “Product Spec” terbaru yang diterbitkan Desember 2009 dan diperbaharui serta dicetak kembali pada Desember 2012. Konsumen dan calon konsumen atau mitra kerja lainnya dapat memperoleh informasi ini dengan mengunjungi situs Perseroan di www.krakatausteel.com. Untuk penanggulangan atas klaim, maka dilakukan melalui tiga cara yakni: Claims Review, Quality Council, Management Review dan Penerbitan CAR. Klaim dari konsumen ini ditangani oleh Customer Technical Services Division.


·  Perusahaan Gajah Tunggal :
Peluncuran Buku Panduan CSR
Untuk mengoptimalkan peran CSR, Gajah Tunggal menyusun Buku Panduan CSR yang merupakan hasil kolaborasi perusahaan dengan MM CSR-Trisakti.  Pada tahun 2014 Perusahaan meluncurkan buku Panduan CSR yang bertujuan untuk menjelaskan proses dan kegiatan CSR Perusahaan agar berhasil mendesain, menerapkan, mengevaluasi, mengukur, melaporkan hingga mengakhiri proyek CSR. PT. Gajah Tunggal, Tbk. (GT) sebagai sebuah perusahaan Indonesia memiliki visi "menjadi Good Corporate Citizen dengan kondisi keuangan yang kokoh dan kepemimpinan pasar serta menjadi perusahaan produsen ban yang berkualitas dengan reputasi global. Untuk memastikan GT mencapai visi dan kewajibannya, CSR akan menjadi salah satu mekanisme utama. Kebijakan CSR menjabarkan filosofi, fokus, prioritas upaya dan tanggung jawab. Buku Panduan tersebut merupakan pedoman tahap demi tahap bagi mereka yang akan mengimplementasikan proyek CSR GT secara akuntabel dan bertanggung jawab. Selain itu,  buku panduan tersebut merupakan penjelasan teknis tentang bagaimana menerapkan kebijakan CSR GT. Komite CSR, anggota tim dan mereka yang bertanggung jawab mengenai CSR harus mematuhi kebijakan CSR GT dalam mendesain proyek CSR  sejak awal. Panduan tersebut akan menyajikan pedoman rinci, template dan contoh untuk membantu penerapan CSR  dalam praktik. Kegiatan CSR Perusahaan melibatkan para karyawan dan komunitas lokal termasuk yang kurang mampu. CSR juga berkontribusi dalam pencapaian dan melanjutkan upaya-upaya GT untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. CSR mencerminkan pula kemauan GT untuk bertindak secara bertanggung-jawab atas dampak positif dan negatif yang dihasilkan dari kegiatan operasi dan keputusan perusahaan. Total biaya yang sudah dikeluarkan dalam kegiatan CSR Perusahaan selama tahun 2014 adalah Rp 10,7 Milyar. Melalui kegiatan CSR, Perusahaan berkomitmen untuk menunjukkan bahwa sebagai Perusahaan yang baik, dapat menjalankan  pendekatan yang lebih holistik, bangga atas bisnis utama Perusahaan, seraya meminimalkan setiap dampak negatif yang mungkin terjadi dari keputusan dan kegiatan operasi Perusahaan. Perusahaan ingin terus membangun dan mempertahankan bisnis manufaktur ban dan terkait ban seraya mendukung upaya yang akan menjamin kesejahteraan karyawan, pelanggan dan komunitas disekitar Perusahaan, berkontribusi pada kemakmuran ekonomi pemangku kepentingan, dan juga mendukung upaya konservasi yang berusaha melestarikan lingkungan alam untuk mengimbangi perkembangan ancaman ekonomi global.

Kegiatan CSR di Gajah Tunggal
Dalam perkembangannya, PT. Gajah Tunggal, Tbk. Berusaha menerapkan prinsip-prinsip Corporate Social Responsibility (CSR) dalam setiap aspek kegiatan operasinya. Hal ini ditempuh agar setiap tindakan dan keputusan bisnis yang diambil berlandaskan pada keberlanjutan masa depan. Proyek CSR di Gajah Tunggal berbasis pada empat pilar yaitu Lingkungan Alam (Natural Environment), Kesejahteraan (Wellbeing), Masyarakat (Society), dan Ekonomi (Economy)

Lingkungan Alam
Gajah Tunggal melakukan berbagai kegiatan ini untuk mendukung upaya mengurangi jejak karbon dan berbagai proyek konservasi untuk keberlanjutan lingkungan alam.
Penghijauan Lingkungan Pabrik
Perusahaan melaksanakan manajemen lingkungan pabrik dengan menerapkan sejumlah kebijakan sebagai berikut:
• Mengoptimalkan peran Research & Development /R&D (Penelitian dan Pengembangan) untuk menghasilkan produk/proses bisnis yang mampu memenuhi kebutuhan masa depan dan ramah lingkungan.
• Program tanam pohon dan penghijauan kawasan pabrik. Sampai dengan tahun 2014 sudah lebih dari
2.000 pohon yang ditanam di area pabrik. Perusahaan juga aktif mengembangkan pembibitan
pohon dan sampai saat ini, sekitar 10.000 bibit tanaman telah dikembangkan. Perusahaan juga telah menyumbang 1.000 Pohon Pucuk Merah untuk Kota Tangerang.
• Pengolahan sampah untuk menjadi pupuk kompos yang kemudian digunakan untuk pemupukan pohonpohon yang sudah ditanam di lingkungan pabrik.

Partnership for Solution SDSN Regional Workshop oleh UID-UN SDSN

PT. Gajah Tunggal, Tbk.  menjadi sponsor utama  dalam Workshop UID-UN SDSN untuk Indonesia, Asia Tenggara dan Australia Pasifik  yang bernama"Partnership for Solution SDSN Regional Workshop", yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 26-27 November 2014. Acara ini bertujuan untuk mengumpulkan  para pemimpin dan ahli akademisi, pemerintah, bisnis dan masyarakat sipil untuk membahas kebutuhan energi Indonesia di masa depan, menganalisa proses dekarbonisasi dalam system energi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,serta membuat perencanaan untuk inisiatif solusi kolaboratif.

Penghargaan Indonesia Green Company dan SRI-KEHATI 2014

PT Gajah Tunggal Tbk kembali menerima penghargaan Indonesia Green Company untuk kedua kalinya secara berturut-turut dari Majalah Swa yang bekerja sama dengan Yayasan Kehati dalam acara yang diselenggarakan pada tanggal 11 Desember 2014. Penghargaan tersebut diberikan untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia yang memiliki visi bisnis yang berkomitmen pada pelestarian lingkungan dan pembangunan global yang berkesinambungan. Proses seleksi dilakukan dengan meneliti bagaimana perusahaan-perusahaan di Indonesia menerapkan konsep ramah lingkungan (green) pada produk dan/atau proses bisnis perusahaan. PT Gajah Tunggal Tbk menerima penghargaan ini karena memproduksi ban sepeda motor pertama di Indonesia yang ramah lingkungan, yang diberi nama “IRC Enviro”. Ban IRC Enviro diproduksi menggunakan Nano Silica dan Non-Aromatic Oil dalam proses produksi yang membantu untuk mengurangi polusi dan emisi bahan bakar, karena hambatan gulir yang dihasilkan lebih rendah. Perusahaan menerima penghargaan yang sama tahun lalu untuk ban mobil penumpang ramah lingkungan yang disebut “GT Radial Champiro Eco”. Dengan menerima penghargaan ini untuk yang kedua kalinya, Perusahaan diakui untuk komitmennya
dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Dalam acara yang sama, Perusahaan juga menerima penghargaan SRI-KEHATI, yang merupakan apresiasi sebagai salah satu dari 25 perusahaan yang terdaftar dalam indeks SRI-KEHATI. Indeks SRI-KEHATI adalah indeks yang diluncurkan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia – KEHATI yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, yang secara khusus memuat perusahaan yang melaksanakan usaha-usaha
bisnis yang berkelanjutan. Untuk dapat masuk dalam indeks, Perusahaan harus melalui proses seleksi yang cukup ketat dalam penilaian praktekpraktek bisnis yang berkelanjutan, aspek keuangan dan
fundamental. Terdaftar dalam indeks SRI-KEHATI sejak bulan Mei 2013, mencerminkan pencapaian Perusahaan dalam menciptakan keberlanjutan lingkungan hidup dan sosial serta membangun reputasi sebagai Perusahaan yang memiliki tata kelola perusahaan baik.



·         PT INDOCEMENT
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)
Memiliki sebuah model bisnis yang berkelanjutan menjadi prioritas bagi Indocement, yang memampukan Perseroan untuk menciptakan dan menambah nilai bagi para pemegang saham serta berkontribusi terhadap lingkungan yang bersih bagi karyawan dan masyarakat. Konsep pembangunan berkelanjutan dengan triple bottom line, menjadi pedoman bagi Perseroan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Konsep tersebut menekankan pada tiga hal utama, yaitu: (1) melestarikan lingkungan; (2) memberikan manfaat kepada masyarakat setempat; dan (3) mempertahankan pertumbuhan Perseroan. Program CSR didasari oleh kerangka Lima Pilar yang mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-budaya-agamaolahraga,
Dan keamanan, dilaksanakan berdampingan dengan program pembangunan berkelanjutan.

Dalam kerangka tujuan pembangunan milenium (Millennium Development Goals/MDGs), program CSR Indocement terutama berfokus pada tujuan pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas pendidikan dan lingkungan di sekitar wilayah operasional Perseroan.  Dalam program pengembangan komunitas, banyak prakarsa Perseroan yang telah dilakukan antara lain pemberian bantuan peralatan sekolah, puskesmas keliling, pembangunan infrastruktur (jalan dan jembatan), renovasi rumah tidak
layak huni, serta pembangunan tempat ibadah. Program Pembangunan Berkelanjutan termasuk di dalamnya, sebagai contoh, kerja sama dengan bank pemerintah untuk memfasilitasi kredit mikro kepada usaha kecil.  Untuk periode pelaporan tahun 2012, Perseroan mengambil langkah maju dengan menerbitkan Laporan Keberlanjutan bersamaan dengan Laporan Tahunan 2012. Laporan Keberlanjutan tersebut membahas secara lebih rinci mengenai kegiatan CSR, serta program-program lainnya yang berkaitan dengan upaya Perseroan dalam menjaga  keberlangsungan usaha.

Lingkungan Hidup

Peningkatan efisiensi operasional tidak hanya menguntungkan bagi marjin Perseroan, tetapi juga bagi lingkungan. Efisiensi biaya yang dilakukan Indocement menjadi tolok ukur dalam peningkatan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif dan bahan lain yang sangat relevan untuk pelestarian lingkungan. Selain menghemat sumber daya alam dengan mengurangi pemakaian energi, kedua inisiatif tersebut secara signifikan menurunkan emisi CO2 . Indocement berkomitmen untuk mendukung pelestarian lingkungan melalui pengurangan pemakaian bahan bakar fosil. Efisiensi energi menciptakan pertimbangan bisnis yang bijaksana dan menjadi penggerak utama bagi Perseroan dalam rangka menjaga kekuatan fundamental untuk memenuhi permintaan secara berkelanjutan. Indocement berharap tindakannya akan menjadi contoh bagi perusahaan lain di Indonesia yang banyak menghasilkan karbon. Manajemen lingkungan dan praktik pengawasan di kompleks pabrik Indocement telah berjalan dengan baik. Rangkaian institusional, manajemen, dan pengukuran pengendalian  telah sesuai standar dan peraturan tentang lingkungan yang berlaku di Indonesia.  Indocement berpartisipasi aktif dalam Mekanisme
Pembangunan Bersih (MPB) yang terdaftar pada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Pada tahun 2008, Indocement menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang menerima Emisi Reduksi yang Disertifikasi (Certified Emission Reduction/CER) untuk proyek bahan bakar alternatif dalam kerangka MPB. Pada 23 Maret 2012, untuk kedua kalinya UNFCCC menerbitkan CER kepada Indocement karena berhasil mengurangi CO dari Proyek Blended Cement. Pada 31 Desember 2012, verifikasi CER untuk Proyek Blended Cement untuk periode Agustus 2007 sampai dengan Desember 2010 masih dalam proses. Sementara itu, Proyek Bahan Bakar Alternatif untuk periode yang sama telah diverifikasi. Rehabilitasi lahan bekas tambang merupakan upaya terus menerus dari Perseroan, antara lain melalui penanaman pohon jarak pagar, trembesi, nyamplung, dan rumput gajah. Upaya ini dilakukan Perseroan secara berkala guna mengurangi kemungkinan dampak yang mungkin timbul akibat penggunaan tanah untuk kegiatan penambangan. Selain memperbaharui peralatan laboratorium untuk pengujian bahan bakar alternatif, kini Perseroan juga dilengkapi dengan peralatan pengujian bahan baku semen yang telah mendapat sertifikasi dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Hal ini semakin memperkuat posisi laboratorium Indocement sebagai tempat pengujian independen untuk bahan baku  industri semen. Indocement telah memperbarui seluruh sertifikasi yang berkaitan dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), meliputi ISO 9001:2008 (sistem manajemen mutu), ISO 14001:2004 (sistem manajemen lingkungan), dan OHSAS 18001:2007 (sistem manajemen kesehatan dan  keselamatan kerja). Penjelasan lebih lanjut mengenai kebijakan, program, serta implementasi yang dilakukan Perseroan yang berkaitan dengan lingkungan hidup, secara terperinci telah terangkum dalam Laporan Keberlanjutan.

Ketenagakerjaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja

Tingkat Perpindahan Karyawan

Pada 2012, jumlah karyawan Indocement yang pensiun adalah 172 orang, lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu 188 orang, sedangkan jumlah karyawan baru adalah 215 orang, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu 197 orang. Tidak semua posisi kosong diisi kembali karena beberapa jabatan digabungkan, dimodifikasi maupun munculnya jabatan baru. Langkah ini dilakukan agar karyawan Indocement mampu menghadapi tantangan baru.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi perhatian utama manajemen Indocement. Karyawan diharapkan berangkat kerja tanpa rasa khawatir terhadap segala risiko yang menyangkut kesehatan dan keselamatan di tempat kerja. Perseroan juga berusaha menyediakan tempat kerja yang aman dan nyaman. Di sisi lain, Perseroan juga mengharapkan kesadaran yang tinggi dari karyawan untuk memenuhi standar dan prosedur keselamatan kerja  yang berlaku. Salah satu upaya Indocement untuk meningkatkan K3 adalah dengan melaksanakan Indocement Safety Observation Program (I-SOP). I-SOP adalah program komunikasi antar karyawan dengan menggunakan media kartu checklist sebagai alat bantu untuk saling mengingatkan dalam hal K3. Tujuan dilaksanakannya I-SOP antara lain untuk mencegah cidera dan kerusakan aset, mengidentifikasi dan mengoreksi situasi berbahaya, mengidentifikasi kelemahan sistem K3, memotivasi pekerja, meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya K3 serta memperkuat perilaku positif K3. Tujuan  akhir penerapan I-SOP adalah untuk mencapai nihil kecelakaan (Zero Accident).  Penjelasan lebih lanjut seputar penyediaan sarana dan
prasarana K3 bagi karyawan telah dirangkum dalam Laporan Keberlanjutan.

Tingkat Kecelakaan Kerja

Indocement dengan bangga melaporkan bahwa tidak terjadi  kecelakaan fatal di tiga kompleks pabriknya selama 2012. Selain itu, Indocement terus menerapkan filosofi Zero Accident melalui program kesadaran keselamatan kerja dan secara ketat memantau berbagai mekanisme pelaporan.


Bina Lingkungan

Mengoptimalkan pengembangan masyarakat sekitar merupakan hal yang sangat penting bagi Indocement. Dalam hal ini, sejumlah prinsip pokok dijadikan panduan bagi  upaya Indocement. Perseroan fokus pada upaya perbaikan kualitas lingkungan sekitar daerah operasionalnya. Kunci keberhasilan program ini adalah dengan melibatkan masyarakat dan mendapatkan masukan mengenai kebutuhan mereka, yang meliputi pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas  kehidupan bersama. Indocement terus menjalankan program bina lingkungan untuk masyarakat di desa binaan di sekitar daerah operasionalnya. Jumlah desa binaan Indocement tahun 2012 mencapai 12 desa binaan di sekitar Pabrik Citeureup, enam desa binaan di sekitar Pabrik Palimanan, 10 desa binaan di sekitar Pabrik Tarjun, dan sembilan desa binaan di sekitar terminal Indocement.  Kami telah merinci program-program Indocement yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat pada Laporan Keberlanjutan. Sedangkan penjelasan mengenai upaya pemberdayaan warga sekitar disajikan pada bagian Sumber Daya Manusia halaman 46.

Pengawasan Kualitas Produk
Semua produk Indocement telah menaati Standar Nasional Indonesia (SNI), American Society for Testing Materials (ASTM), American Petroleum Institute (API), dan European Standard (EN197-1). Strategi penting bagi Indocement adalah untuk melampaui persyaratan standar tersebut guna menghasilkan semen kualitas terbaik di pasar Indonesia. Indocement menyadari pentingnya memberikan kepedulian dan memahami keinginan pelanggan. Perhatian ini diwujudkan dalam bentuk pengawasan kualitas produk serta penyebaran informasi produk yang tepat kepada masyarakat. Pembahasan mengenai hal tersebut kami sajikan pada Laporan Keberlanjutan. Perseroan menerapkan program layanan dan penghargaan kepada pelanggan, mencakup penyediaan informasi dan layanan keluhan pelanggan, untuk meningkatkan kesetiaan pelanggan, yang dirangkum dalam Laporan Keberlanjutan.

1 komentar:

  1. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.

    Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

    Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.

    Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.

    BalasHapus